marco!March 13th Male Jakarta
Marco Anjasmoro
Started with one Western name,
ended with a Javanese one,
in a complete oriental package.
Don't ask.
Loves :
evening chat in a chill lounge,
a pack of cigarette over coffee,
lazy Sundays on comfy bed,
clubs on Fridays or Saturdays,
blogs,
reality TVs,
midnight snacks,
movies on Mondays,
torn up jeans+sneakers,
my iTunes playlist,
Katherine McPhee
|
 |
Saturday, March 06, 2010
Gadis Absolut kembali hadir di kehidupan saya beberapa hari belakangan ini. Buat yang belum ngeh apa dan siapa perempuan ini, bisa liat postingan saya di sini. Tidak, saya tidak naksir dia. Tapi somehow Absolut yang ketelen secara gak sengaja gara-gara dipake buat cuci piring, menghasilkan pemikiran-pemikiran cerdas yang nggak pernah keluar sebelum tragedi Absolut itu terjadi. So eniwei. Kali ini pembicaraan yang ditemani beberapa potong ekkado dan nugget berkutat seputar hubungan searah. Cinta Sendiri, kalau istilahnya Kahitna. "Well, if you're fine with the idea of giving without taking, go for it." Dia. "Is there anything wrong with that?" Saya. "Nggak sih. Tapi nggak capek ya? I mean, orang ini udah menyedot banyak sekali energi elo, menjadi obyek pemikiran elo siang malam. But on the other side, you don't get anything in return. I repeat : NOTHING." "But..what if I enjoy doing it?" Dang! Hening. Entah Gadis Absolut sedang menggoblok-gobloki saya dalam hati, atau terlalu menikmati ekkado yang ada di depannya. "Just a thought. Is there such thing as 'voluntary work' in terms of relationship?" Saya lagi. "Gue sih nggak ya. Gue kasih 100, gue juga mau dapet 100." "But..what if I'm fine with 50? Or even 30?" Hening lagi. Saya jadi inget waktu si Gadis Absolut memvonis saya seperti Tom yang terus mengharapkan Summer dalam film 500 Days of Summer. Dia sampai pernah bilang : "Sudahlah. You will find Autumn after Summer." Waktu itu saya nggak bisa jawab apa-apa. Tapi belajar dari pembicaraan hari ini, yang banyak membuat si Gadis Absolut hening, saya jadi merasa punya jawabannya : "What if..there is no Autumn?" Kembali ke masa dimana kotak berisi ekkado sudah licin. Gadis Absolut pun menarik konklusi pembicaraan : "Sudahlah bo. You'll get over it." Kali ini saya yang balik diam. Tapi dalam hati saya menjawab : "What if..I can't?"
Posted at 11:06 am by marco!
Permalink
Friday, February 19, 2010
"We say goodbye more times than we would have liked. And no matter how many times we do it, even when it's for the greater good, it always stinks. And though we'll never forget what we've given up, we owe to ourselves to keep moving forward.
What we can't do is live our lives always afraid of the next goodbye, because chances are they're not going to stop. The trick is to recognize when a goodbye can be a good thing. When it's a chance to start again." (Betty Suarez)
Posted at 07:54 pm by marco!
Permalink
Sunday, February 14, 2010
Seorang temen perempuan yang mengaku pernah mencuci peralatan makannya dengan sabun Absolut, beberapa hari yang lalu menampar saya dengan sebuah pertanyaan cerdas. Sempet kuatir kalau ini adalah efek sisa-sisa Absolut yang ketelen nggak sengaja. Tapi setelah melalui beberapa perdebatan, ternyata memang (saat itu) dia cerdas.

Pertanyaannya sebenernya sederhana. Apa yang kira-kira bisa bikin seseorang berpaling dari pasangan yang sebenernya?
Pertanyaan yang (agak) memaksa saya untuk berpikir. Bah. Sebuah aktivitas yang paling dibenci otak saya lewat jam 7 malem. Tapi pertanyaan itu perlu jawaban. Dan organ tubuh yang paling tidak bisa diajak bekerja sama bernama hati, di dalam sana sedang teriak-teriak cari perhatian sambil tunjuk tangan. Minta dikasih kesempatan untuk menjawab.
"Kalo gue bilang sih kemungkinannya ada dua. Pertama, ada sesuatu yang dia dapet dari orang baru ini yang tidak dia dapet dari pasangannya. Kedua, mungkin orangnya emang nggak bisa sendiri aja. Perlu orang lain buat nemenin dia kalo pacarnya nggak ada."
Dari mana kalimat ini bisa keluar? Nggak tau. Kadang-kadang saya juga kagum sama hati saya yang suka lebih vokal berbicara daripada otak. Eniwei. Seolah mendapatkan jawaban yang diinginkan, si gadis Absolut meneruskan hipotesanya.
"Berarti, alesannya adalah PERAN-nya kan? Bukan ORANG-nya. Orang-orang yang berpaling ini menemukan orang yang bisa menggantikan PERAN dari pasangan sebenernya. Tapi udah, sebatas peran. ORANG-nya sendiri tetap nggak tergantikan. That's why, ada orang-orang yang bisa dengan gampang berpaling, tapi sebenernya nggak bisa meninggalkan pasangan sebenernya."
Hati saya menolak berpikir. Mungkin karena diskak-mat sama otak.
"So why are we having this conversation?" "Nggak apa-apa. Cuman pengen ngomong aja."
Cek cek. Tumben. Nggak tau kenapa, yang tadinya cari perhatian dan vokal mendadak diem. Entah ngambek, entah berhasil dijinakkan. Yang jelas, tangan saya memilih untuk memutar satu lagu dari iPod, sebagai pengantarnya beristirahat. Sejenak.
"Aku tahu ku takkan bisa, menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama nafas berhembus, aku kan mencoba. Aku tahu dia yang bisa, menjadi seperti yang engkau minta. Namun selama aku bernyawa, aku kan mencoba. Menjadi seperti yang kau minta..." (Chrisye-Seperti Yang Kau Minta)
Posted at 11:38 pm by marco!
Permalink
Friday, February 12, 2010
There will always be a lesson learned from every Ugly Betty's episode (which I wondered why the station cancelled the current season). So. This time let me quote what Betty Suarez said in the latest season : "No labels. No expectations. Just living the moment." Kalimat ini keluar dari seorang Betty, yang waktu itu sedang bahagia menjalani hubungan apa adanya dengan pacarnya. Sebuah hubungan yang dijalani begitu aja, tanpa agenda atau ekspektasi apa-apa.
Let's leave Betty Suarez with her braces for a while. Seorang Alexander Sriewijono dalam siarannya di acara pagi saya juga pernah bilang hal yang mirip. Menjalani hidup tanpa hidden-agenda akan membuat hidup terasa lebih gampang. Oke. Contoh. Datanglah ke kantor tanpa memasang label "Greet me first, then I'll greet you back." What if, no one greeted you first?? You'll end up ruining the whole day, asking a lot of "why" questions. Sebaliknya, coba sapa orang lebih dulu tanpa berharap dapat sapaan balik. Kalau akhirnya ada yang nyapa balik, rasanya mungkin akan seperti disapa Angelina Jolie. Or Aniston. Whatever.
See the point is, it's expectations that will eventually kill us. Why don't we try living a life just like Betty Suarez said : No labels. No expectations.
Well. I bought that once.
Sampai akhirnya saya memaksa otak kecil saya untuk melakukan satu hal berat di suatu hari Jumat, dalam sejarah penciptaannya : berpikir. Dan muncullah sebuah pertanyaan besar yang (jarang) dilahirkan otak saya : what if, expectations make you alive? It actually has a similar meaning with dreams. Cuman konotasinya keburu negatif aja, mungkin karena banyak yang melihat efek negatifnya kalau nggak tercapai. Padahal sama-sama aja. Orang yang mimpinya nggak tercapai bisa jadi gila juga.
So let me ask you this. Do you live your life with expectations? I mean, in some cases, I do live mine with expectations. Contoh yang paling tolol aja deh. Dateng ke kantor dengan semangat di hari Senin yang dikutuk banyak orang, dengan harapan bisa melihat seseorang tersenyum di sana. Well, I hafta say, it keeps me alive. So, in my opinion, it depends on how you handle expectations. I'm not saying I'm a pro in it. I'm only human after all. Kadang hal-hal kecil yang dibumbui ekspektasi berlebihan juga bisa jadi drama. Mengharap balasan SMS dari seseorang, misalnya. Menunggu lampu di BB berkedip-kedip, atau bergetar, atau berbunyi, sebagai tanda SMS balasan masuk adalah hal yang mendebarkan. Dan bisa menjadi menjengkelkan (buat saya) kalau tidak kejadian. Again, I'm only human after all.
So what's with you then? Do you live your life with expectations?
PS. Tulisan ini dibuat bukan untuk mendiskreditkan seseorang yang tidak membalas SMS saya. Atau menyanjung orang yang membuat saya tersenyum di kantor. Nggak ya. Plis deh, jangan terlalu GR. :)
Posted at 11:54 pm by marco!
Permalink
Monday, December 28, 2009
What Happens in Bali, Stays in Bali

Jadi, liburan 4 setan yang sudah direncanakan cukup lama akhirnya tereksekusi juga. 4 setan yang dari sejak berangkat membekali diri dengan pedoman : what happens in Bali, stays in Bali. Sekali penjahat, tetep penjahat, hehehe. Anyway. Ini beberapa petikan pembicaraan saat 4 setan berkumpul jadi satu di pulau penuh dosa.
LOKASI : Bar Setan 2 mendekati target operasi yang dari tadi senyum-senyum. Setan 2 : Hei. Nggak beli minum? T.O : Nggak, nggak ada duit. Setan 2 melipir pergi sambil ngomong dalam hati : Derita lo..
LOKASI : Rumah peristirahatan Setan 4 : WOI BANGUN!!! Setan 2 membuka mata seperdelapan. Setan 2 : Duh, boleh sebentar lagi nggak? Lagi mimpi. Sebentar lagi ketemu Indy Barends iniiii!
LOKASI : Restoran 24 jam Teman setan (Kristen) : OKE, jadi gini. Gue itu udah pacaran 6 kali. Pertama Muslim. Kedua Buddha, veggie. Ketiga Kristen, veggie juga. Keempat sampai keenam Muslim. Kapan coba gue bisa pacaran makan babi???
LOKASI : Rumah peristirahatan Setan 1 : BO. Please deh, kalau mau make out, pindah kamar kosong napa? Setan 2 : Tau. Malu dikit dong sama domba. (menunjuk lukisan Yesus yang lagi gendong domba di dinding). Setan 3 : Lho tapi kalau gue pindah pasti jadinya zinah! Katanya di rumah ini nggak boleh zinah!? Setan 4 : HEH, gini ya. Make out sama zinah itu dosanya sama, tapi kenikmatannya beda. Ya mending zinah sekalian bukan??
LOKASI : Rumah peristirahatan Setan 2 : Jadi gini ya. Tolong temennya ini jangan diketawain ya, kalau nanti lakunya sama yang tua-tua...
LOKASI : Bar (yang lain) Setan 3 : Aduuuuh, pelayan yang itu lucuuuu!!! (mabok) Setan 1 : Ya udah. Elo kesana, elo minta nomer teleponnya. Setan 3 : TAPI GUE NGGAK MAU NOMER TELEPONNYAAA! Setan 1 : Lha terus maunya apaan? Setan 3 : Gue cuman mau dipeluk...
Yes. What happens in Bali, stays in Bali.
Posted at 10:00 pm by marco!
Permalink
Tuesday, December 15, 2009
It's funny how you change my life nowadays.
How you make me like Mondays and hate Fridays. How you shuffle songs from iPod in my car. How you sound when you're sleepy. How you tell stories. How you smile.
So please, let me take care of you. I'm not expecting anything in return. I just like being with you. I just want to take care of you.
Posted at 09:34 pm by marco!
Permalink
Saturday, December 05, 2009
Satu Bintang di Langit Kelam
Mari menutup hari dengan sebuah lagu :
Angkasa tanpa pesan, merengkuh semakin dalam Berselimut debu waktu, kumenanti..cemas Kau datang dengan sederhana, satu bintang di langit kelam Sinarmu rimba pesona, dan kutahu t'lah tersesat
Kukejar kau takkan bertepi Menggapaimu takkan bersambut Sendiri membendung rasa ini Sementara kau membeku
Khayalku terbuai jauh Pelita kecilmu mengalir pelan Dan aku terbenam...
Redup kilaumu tak mengarah. Jadilah diriku Selatan. Namun tak kau sadari, hingga kini...dan nanti.
Kukejar kau takkan bertepi Menggapaimu takkan bersambut Sendiri membendung rasa ini Sementara kau membeku
Khayalku terbuai jauh Pelita kecilmu mengalir pelan Dan aku ter..
..be...
...nam
Thanks to Sita Nursanti (and ganks) for having this song. Yuk mari ah, tidur.
:)
Posted at 02:00 am by marco!
Permalink
Tuesday, November 24, 2009
People say I'm the life of the party, because I tell a joke or two. Although I might be laughing loud and hearty, deep inside I'm blue.
So take a good look at my face. You'll see my smile looks out of place. If you look closer, it's easy to trace the tracks of my tears.
Outside I'm masquerading. Inside my hope is fading. Just a clown, since you put me down. My smile is my make up I wear since my break up with you.
So take a good look at my face. You'll see my smile looks out of place. If you look closer, it's easy to trace the tracks of my tears.
Suddenly find the urgency to write again. At these times, I find it the only way to keep me insane. Yes, it's a song. Thanks to Adam Lambert for singing the song.
Don't ask. ... Please.
Posted at 10:01 pm by marco!
Permalink
Friday, November 20, 2009
Sumpah pemilik blognya belum meninggal!!!! Hohohoho... Watsap people! It's been 7 months and I just haven't updated anything. For a quick recap of what happened in the past 7 months : new place to work, a sudden-millionaire, and fell in love with 2 wrong persons (doh, curhat).
So I guess I'll see ya guys vewwwwwy soon. :)
Posted at 08:38 pm by marco!
Permalink
Tuesday, April 21, 2009
Udah jadi tradisi di kantor saya bahwa setiap berita kelahiran diumumkan ke seluruh jagat kantor. Penting nggak penting memang, karena ritual ini akhirnya dijadiin ajang unjuk kreativitas emak-babenya dalam memilih nama. Somehow, saya selalu tertarik buat tau nama apa lagi yang diberikan ke makhluk-makhluk yang menyandang status New Entry di bumi ini. Salah satunya :
AZZAHRA FAWNIA ALTHAFUNNISA
Cantikkkkk. Meski mungkin semasa sekolah atau kerja dia harus repot menjelaskan namanya ke staff administrasi : "AZZAHRA. Z-nya dua ya." Oh oh. Atau yang baru aja mendarat di bumi akhir minggu lalu :
TIBIADZKA KEIKO ABIMATA
Kece ya? Meski saya yakin semasa remajanya ia akan jengah menjelaskan bahwa bapak ibunya bukan karyawan perusahaan jam tangan terkenal dari Jepang.
Eniwwwei. Kecanggihan nama anak-anak sekarang kadang bikin saya mikir. Hebat ya orang tuanya. Bisa gitu lho, kepikiran nama-nama yang dulu nggak kepikir sama sekali. Dulu mentok-mentok Budi, Wati, atau Iwan. No offense buat penyandang nama-nama itu ya. Saya nggak bilang jelek lho. Cuman emang kalah spektakuler aja dari bayi-bayi sekarang yang kedapetan nama yang mengandung huruf Z atau kombo huruf 'sy', 'zh' dan 'zy'. Tapi untung juga trend nama kece ini baru berlaku sekarang. Do you ever wonder, what will happen if KARTINI was named ISABELA?
PS. Selamat Hari ISABELA! Eh. Kartini!!!
Posted at 02:27 pm by marco!
Permalink
|