Gawat nih.
Saya lagi mengidap sebuah sindrom yang menakutkan.
Gejalanya cukup aneh.
Diawali dengan meningkatnya inisiatif memilih lagu-lagu berikut dari iPod, untuk diputar sambil menemani mengutuk Sutiyoso yang membuat Jakarta Macet.
Firasat.
Satu Bintang di Langit Kelam.
Oh Well.
Cinta Sendiri.
6-8-12.
Sempat Melayani Hatimu.
Perhatikan baik-baik penggunaan kata inisiatif dalam kalimat sebelumnya.
Kedua.
Mulai mempertanyakan kualitas penglihatan, merujuk pada timbulnya fenomena melihat banyak sekali orang di wilayah kantor yang berwajah mirip dengan DIA, yang sukses membuat saya melakukan posting-posting dangdut di sana sini..
Lebih gawat lagi, di antara banyak sekali orang itu, ada satu yang [menurut saya] sangat mirip; dan nggak tau kenapa beberapa hari belakangan ini selalu papasan di kantin.
DAN,
Terakhir, menuliskan semua ini di blog.
Gawat.
Gawat. Gawat.
Gawat. Gawat. Gawat.
Semua ini sudah menjadi sangat DANGDUT..