marco!
March 13th
Male
Jakarta


Marco Anjasmoro
Started with one Western name,
ended with a Javanese one,
in a complete oriental package.
Don't ask.


Loves :
evening chat in a chill lounge,
a pack of cigarette over coffee,
lazy Sundays on comfy bed,
clubs on Fridays or Saturdays,
blogs,
reality TVs,
midnight snacks,
movies on Mondays,
torn up jeans+sneakers,
my iTunes playlist,
Katherine McPhee



   

<< January 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31



Days that are over will not continue to last,
if you try to construct the past..

[Sondre Lerche]

GoStats web counter
GoStats web counter


www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from marcopunya. Make your own badge here.





Personal Files

Friendster
Multiply
Previous Blog


Buddies' Blogs

Miund
Indra Febriansyah
Buhpi
Neng Manik
Saphira
Sacha
Meinyana
Pandji
Neng Lita
Baba Jessy
Odeledo
Dhank Ari
Barrie
Sekar
Anantya


Blog-Buddies

Cha
Marzland
Dody
Nien
Tyka
Sandy


Next Agenda

Java Jazz Festival 2008
Jakarta Convention Center
March 7-9, 2008




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, January 05, 2008
Eppi Nu Yirrrr!!

From : +62817876***
Look around & remember today. The last day of 2007. Look ahead & pray that we find strength to live a better life in 2008. Happy New Year!

From : +62811976***
New year is coming.. Let's pray for a better life n luck in 2008. Happy new year.. Wishing you all the best.

From : +628161873***
Happy new year 2008.., may this year brings happiness n luck 4 all of us

From : +628156038***
T'best o'days is t'end of t'day..(of 2007). Then it's t'best time 2 wish 4 t'better year. Happy nu'yr 08, Marc!

From : +628122000***
Happy new year ya..! Wishing a good luck 4 us in a brand new year!! Hiphip hoooray! Sukses terus yah! Muahmuahmuahmuah!!

From : +6281513012***
Seize every opportunity in life, because once opportunities pass, they take a long time to return (Paulo Coelho-The Fifth Mountain). HAPPY NEW YEAR!

From : +62818811*** 
Years may come and go, but friendship will always stay! Love u, cup cup! Happy new year 2008..

From : +62815883****
Am not big on creating fancy New Year wishes text messages and such. But I hope you've had a blast in the party (or solitary contemplation, your choice) last nite, and have a great year ahead. Thanks for being a part of my life, thanks for being a terrific friend. Hugs.

From : +628158196***
Wishing you a very Happy New Year.. May this year bring us joy and prosper through all the way.

From : +628132103****
Happy new year 2008..love u all..lets starting new year witt sumthin good..

From : +6281808095***
Happy new year 2008. Change the world to be a better place. Start from ourselves. Success.

From : +62811863***
Happy new year, Marco


Makasih buat yang kemaren-kemaren nyelametin tahun baru, bener ataupun salah grammar-nya. Masih ada beberapa lagi sebenernya, tapi tampaknya teringsut di antara pesen-pesen lain. Maap kalo nggak semua kebales dengan sukses.
Maklum. Menado kalo udah tahun baru suka lupa bumi. Hehehe.

Oya.
Kalo merasa nemu pesan-pesan yang sama di handphone kalian, selamat bersedih ya..
Tandanya kalian nggak spesial buat orang yang ngirim. You're just a name in their long list. Wakakakakkkkkk!!!

Eniwei. Makan ketupat pake paru. Selamat tahun baruuu!!!

Posted at 12:47 am by marco!
Comments (3)  

Thursday, December 27, 2007
pilih sendiri panggilanmu

Hmm.
Pernah kepikir nggak sih, ada berapa nama panggilan yang kita punya?
Bukan NICKNAME ya. Kalo nickname mah silahkan liat sendiri jembrengannya di sini, mulai dari yang manis sampe yang minta ditampar. Yang saya maksud adalah cara kita disapa orang. Soalnya saya baru nyadar. Ternyata saya punya banyak banget panggilan.
Mari kita telaah satu-satu, mulai dari yang paling masuk akal yaitu..

"CO"
Nah. Ini adalah panggilan TERWAJAR yang saya punya.
Which actually makes sense ya, mengingat itu adalah suku kata terakhir nama saya.
Seru sih, berasa agak bule. Walaupun panggilan ini punya 2 versi ya.
Versi pertama adalah versi asli dimana huruf C dibaca sebagaimana mestinya, yaitu : marCo. Versi kedua adalah versi adaptasi dimana huruf C dibaca layaknya seperti bule-bule di sana, yaitu : marKo. Tentu tanpa intonasi ala Cincha Lawra ya.

"MAR"
Hmmmph... Mestinya sih nggak masalah ya, secara ini masih bagian dari nama.
Tapi ada yang agak sedikit mengganjal hati nih.
Kalo suku kata belakang membuat saya merasa bule, panggilan suku kata depan ini agak membuat saya merasa dipanggil untuk nyuci, nyapu atau ngepel lantai (Menurut loooo, MARSINAH atau MARIYEM dipanggil sama majikannya gimanaaa? Hmmmm?)
Sekedar usul nih, wahai teman-teman yang masih kekeuh manggil saya seperti ini. Tidakkah terdengar lebih kece bila ditambah huruf C di belakangnya? Hehehe...

"KOKO"
Nah nah nahhhh...
Beginilah jadinya dilahirkan dalam kemasan serba oriental. Mau punya nama super Indonesia juga akhirnya nggak guna ya, secara engkoh tukang kacamata di Mangga Dua kalo dagang nggak mungkin nanya nama dulu kan ya?

Apesnya, trend ini terbawa saat saya ada di proyek prestisius yang melahirkan idola-idola baru setiap tahunnya. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah makhluk-makhluk yang saya asuh. Ya..nggak bisa disalahin juga sih. Mau manggil MAS, kurang cocok sama muka..
Hmphhhh.....
Eh, speaking of MAS, panggilan berikutnya tentu saja adalaaaah :

"MAS"
Nggg...well.
Kalo situ baru kenal saya terus manggil gini, saya pasti nengok.
Kalo situ adalah pembantu saya, saya pasti nengok.
Kalo situ adalah ibu saya, saya pasti nengok juga. Bisa ditalak jadi anak kalo gak respon.

Selain itu? Ada sensasi geli-geli senep kalo dipanggil ini.
Tapi mengingat ini adalah sapaan andalan orang Indonesia, jadi rasanya mesti memaklumi kalo panggilan ini nggak bisa dihindari. Meskipun panggilan ini (kembali) menimbulkan efek ingin meracik semangkok bakso atau menggenjot becak ya.

"BOS"
Numpang tanya nih, BOS. Panggilan ini trend BANGET ya?
Rasanya malah nyaris menggeser posisi MAS sebagai sapaan andalan orang Indonesia. Bedanya, panggilan ini menimbulkan sensasi metropolis dan tajir, meskipun keadaan sebenernya belum tentu kayak gitu.
Tapi ya..saya nggak masalah juga sih. Kalau situ lagi pengen sesuatu, dan ingin saya merasakan sensasi serupa, ya...diterima dengan senang hati. Hehehe...

"NYET"
Nah. Kalo ini, cuman segelintir orang yang bisa melakukannya dengan mulus tanpa menimbulkan reaksi pengen gampar. Not to mention, si artis baru dan calon artis didikannya. GRRRRRR...


"KAKA' "
Nah. Ini cuman Mbak-Mbak Giordano yang berani. Adek saya aja ogah manggil gitu.
Jadi kalo situ terpikir untuk manggil saya seperti ini, siapkan dulu sebelumnya :
1. Bukti otentik dari kelurahan setempat kalau kita memang satu bapak atau satu emak,
2. Koleksi terbaru Giordano bulan ini.


Hmm..Let's see. Apa lagi ya? Udah deh, kayaknya sih itu doang. Untuk sementara kita lupakan saja dulu panggilan-panggilan seputar selangkangan dan sekitarnya.
Jadi silahkan dipilih ya, mau manggil seperti apa. Bisa disesuaikan dengan suasana hati, bisa juga disesuaikan dengan kebutuhan. Huehehehhee...

Posted at 05:45 pm by marco!
Comments (6)  

Monday, December 24, 2007
mainan baru nihhhhh!

Permisiiiiii.
Mau sedikit somse nih.
AKHIRnYA, dengan berbagai upaya menguras kocek (alagh) sendiri dan rekan-rekan sejawat,  berhasil terkumpullah 21 stempel dari Starbucks di berbagai penjuru ibukota. DAN, sebuah planner manis pun akhirnya resmi mendapatkan majikan.

Maaf, belum sempet fotobox bareng benda aslinya, jadi untuk sementara saya ambil dari sini dulu. Mau bilang saya gobse gara-gara ngejar ginian, silahkaaaan. Nggak apa-apa lah, masa ngejarnya tanda tangan artis aja sih. Sekali-sekali ngejar tanda tangan barista juga boleh dong ah. Heheheheeee...

Untuk itu, ijinkanlah saya menghaturkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut berkontribusi dalam mewujudkan mimpi besar saya ini, halal ataupun haram. Sebagai hadiahnya, nama-nama kalian akan saya tempatkan dalam slot khusus di... hati saya.
Sekian, terima kasih... :)

Posted at 01:55 am by marco!
Comments (4)  

Saturday, December 22, 2007
yo soy betty la fea

Oke.
Setelah 3 hari berturut-turut mengalahkan rekor Cinderella dengan pulang lewat jam 1 malem, akhirnya saya memutuskan untuk menghabiskan malem minggu DI RUMAH, menghabiskan episode-episode akhir dari season pertama film ini.

Mohon maap nih kalo kelewat telat bereaksi, tapi................... FILM INI SINTIIIING!
It's like watching Devil Wears Prada in a series. Every single conversation is hilariousssss.
Anjrit. Anjrit.
Saya selalu ngakak setiap Marc (Michael Urie) atau Wilhelmina (Vanessa Williams) menilai seorang Betty Suarez dengan JUJUR. Jadi bayangkan kalau si Marc ini terjebak dalam satu kondisi harus pura-pura pacaran sama Betty di depan ibunya.

Marc : Okay, we gotta focus. We gotta sit through an entire dinner with my mother, we have to know everything there is to know about each other. Okay, so, we met when I made a bet with my friends that I could turn you from an ugly duckling into a beautiful swan.
Betty : Marc, that's 'SHE'S ALL THAT'.
Marc : Noo, in that movie she actually became beautiful. I fell in love with you because of that whole inner beauty crap.

WAKAKAAKK!
And the twist, this Marc was so gay, in and out. Dan Betty Suarez tentunya dengan semangat P4 tetep berusaha menolong temennya.

Marc : Okay, let's move to the flash cards. I hope you studied. Now, what's my favourite boyband?
Betty : 'N SYNC!!
Marc : DING! What's my favourite musical?
Betty : Mmm.. HIGH SCHOOL MUSICAL!!
Marc : DING! Where did I get my mystic tan?
Betty : SUNSET TAN 48TH!!!
Marc : DING! DING! DING!
Betty : Marc, are these really the answers that are gonna convince your mother you're straight?
Marc : Uh..straight guys do mystic tan. Hello? Tom Cruise?

WAKAKAKAAKAKKKKKK!!!
Sinting. Karakter di film ini nggak ada yang beres. Coba jelaskan, ibu-ibu waras mana yang menamai kucingnya LADY BUTTONS OF CAMELOT dan MR. MEOWINGTON. And don't forget that little nephew of Betty, yang doyan nonton Martha Stewart dan marathon Golden Girls. Oh, don't forget his best line : "EW. Dad tried to take me out for fast food. Chicken nuggets are 15 points!! It's almost bathing suit season!!"
HUAHAHAHA!!

Saya jadi penasaran ya. Film ini kan aslinya telenovela ya? Was it also this good?
Maap, setelah Thalia jadi terlalu beken, nggak pernah nonton telenovela lagi. Jadi, ada yang bisa cerita perbandingannya?
Sambil menunggu, saya mau lanjut ke season dua dulu yak! Nanti kalo ada yang menarik saya bikin spoiler di sini. Hehehehehe...

Posted at 11:32 pm by marco!
Comments (7)  

Friday, December 21, 2007
ready or not, here she comeeeeees!!!!

Buat yang merasa penting untuk diupdate soal kehadiran si gadis kontroversial di kantor saya...well, ready or not, SHE'S HEEERRRRRRREEE!!!

 

DAN, untuk menyambut kedatangannya, tiga mantan rekan kerja gadis penuh kontroversi ini makan malam bersama dalam suasana penuh duka cita.

Rekan K : 'Co lo nggak boleh gitu ah, dia sekarang udah berubah lho.'
Saya : 'Cih.'
Rekan K : 'Eeeh, beneran. Sekarang rambutnya lurus, giginya pake kawat lagi.'
Saya : 'CIH. Terus dia tadi pake baju apa ke kantor?'
Rekan K : 'Ada gitu deh. Baju abu-abu, pake rok, terus sepatunya asdkhgsdfa...'
Suara mengecil, entah disengaja atau nggak.
Saya : 'Sepatunya APAAN?'   Maklum, budek.
Rekan D : 'Sepatunya BOOTS.'   Nggak budek, tapi ingin berkontribusi memanaskan suasana.
Saya : 'HAH?!? BOOTS?????'
Rekan K : 'BUKAN DEH. Sepatu plastik-plastik gitu.'

Ya mohon maap ya kalo saya percaya dia pake boots.
Semasa bekerja di proyek yang sama dulu, gadis ini emang terkenal ca'ur dalam berbusana. Maksud hati mencontoh Sari Nila yang sering memakai obi-obi lucu di kala bekerja. Apa daya yang dimiliki iket pinggang biasa. Mungkin dengan asumsi kesamaan fungsi, akhirnya dipakelah iket pinggang itu DI LUAR. Seru ya?
Sayang nggak pernah saya foto.

Tapi nih ya. Sebelum saya dituding mencela dari FISIK, perlu saya deklarasi sedikit di sini kalo saya nggak ada masalah sama dandanan dia.
...Hmm.
Wait. 'Saya nggak masalah' rasanya kurang pas. Terlalu boong.
Oke saya ulang.
Sebelum saya dituding mencela dari FISIK, perlu saya deklarasi sedikit di sini kalo saya nggak peduli dia mau dandan kayak apa. The only issue I have is the way she deals with people at work. DAN, alhamdulillah Tuhan masih setia di jalur-Nya : mendengarkan doa orang tertindas. Saya nggak harus berurusan sama dia. HUAHAHA!

...
Udah ah. Jadi kepancing ngomongin orang deh..
Nggak baik ah. Hihihi.

Posted at 01:38 am by marco!
Comments (5)  

Wednesday, December 19, 2007
analisa & teori tak bermutu seputar idola Asia

Senin sore gerombolan RumpiSari berkumpul lagi di sebuah coffeeshop di Kemang.
Niat hati mengupdate kegiatan dunia maya secara gratis. Empat laptop dijembreng laksana eksekutif muda masa kini. Apa daya jaringan kacrut. Jadi lah agenda beralih ke satu bentuk kegiatan yang mendasari munculnya nama gerombolan ini.
Eits, jangan salah. Gerombolan RumpiSari bukanlah kelompok gosip semata. Kami hanya menganalisa hal-hal aktual dengan berbagai teori yang diracik sendiri. Dan kemarin, tertuduh utamanya adalah Mas ini.



Perkenalkan.
Namanya Hady Mirza. Yes, artis. Idola Singapura gitu. Tapi itu nggak terlalu penting. Yang lebih menyesakkan adalah kemenangannya atas wakil tuan rumah, yang notabene adalah
Indonesia. DAN, seperti layaknya jutaan penduduk nasionalis (baca : kurang sportip) lainnya, gerombolan RumpiSari pun tak mau ketinggalan.

Teori Pertama :
"Kalo gue sama nyokap gue mikirnya gini bo. Singapur itu kan KECIL ya, tapi penduduknya KOMPAK. Semua SMS buat dia. Nah, Indonesia? Negaranya sih GEDE ya, tapi votenya kepecah-pecah buat banyak kontestan."

Nah. Teori ini sebenernya sangat menarik, mengingat di pelajaran PMP dulu kita diajarin motto yang luar biasa yahud : bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. TAPI, dulu tujuannya supaya merdeka. Sekarang kan udah. Lalu? Seperti layaknya kaos Grifone atau sepatu Doc Martens, motto ini keliatannya cuma sekedar trend.
Yang artinya, kalau diaplikasikan ke kasus ini, mungkin sekali terjadi.
Tingkat Keakuratan : 20%
Menurut saya yang lebih bener adalah : Singapura itu lebih KAYA, jadi wajar kalo SMS-nya jauh lebih kenceng. Itung-itungan babu deh. 5 SMS itu kan 10.000 perak ya? Di sono mungkin nggak ada artinya. Nah di sini, bisa beli telor sekilo tuh cin. Jadi, sebelum mengaplikasikan pelajaran PMP, marilah kita mencoba berpikir ala ibu rumah tangga atau anak kos yang lagi sekarat di tengah bulan.

Teori Kedua :
"Gue kecewa banget deh sama sistem votingnya!! Kenapa mesti milihnya DUA sih? Pilihan satunya kan udah pasti negara sendiri. Nah, pilihan keduanya, orang NGGAK MUNGKIN PILIH YANG BAGUS! Jadi PASTI PILIH YANG JELEK!!! JADINYA MENANG DEH DIA!!!"

Walaupun disampaikan secara emosional oleh temen saya yang baru pulang suntik kurus (yang selama ini diasumsikan dengan menuai kebodohan), tapi mungkin teori ini ada benernya.
Ya kebayang sih. Kalo kebetulan punya duit dan mau SMS, pilihan pertama pasti jagoan kandang sendiri. Buat pilihan kedua, saya pasti akan milih yang LEMAH. Soalnya, kalo saya milih yang kuat juga, pasti kemungkinan si pilihan kedua itu menang juga naik.
Nah, sayangnya, orang Indonesia nggak menerapkan filosofi yang sama ini waktu memilih yang lemah di pilihan kedua.
Tingkat keakuratan : 35%
Mungkin banget sih. Kadang-kadang orang Indonesia suka merasa jenius tuh, apalagi kalo berhasil menemukan celah buat mengakali satu sistem. Nah, apesnya, ada 10.000 orang jenius tuh di Indonesia ini. Selamat ya.

Teori Ketiga :
"Lo kebayang nggak sih booo? Bokap gue itu sampe bengong depan TV. Si juri Singapur aja bilang, yang punya commercial value itu Phuong Vy! COBA KITA NGIRIM DELON?!?"

Nah. Teori yang-ganteng-pasti-menang itu sebenernya teori lama di ajang kontes-kontesan kayak gini ya. Apalagi mengetahui secara sadar bahwa mayoritas penonton acara ini berjenis kelamin perempuan, dan sebagian besar berstatus ABG.
Jadi, nggak mengejutkan juga sih kalo ternyata pilihan kedua setelah negara sendiri adalah kontestan yang GANTENG. Phuong Vy bisa jadi paling komersil, tapi dia NGGAK GANTENG. Helo? Nah, lebih apesnya lagi, konteks ganteng ini nampaknya sama di pikiran perempuan enam negara. Well. Minimal tiga lah : Singapur, Malay, sama Indonesia.
Itung-itungan babu lagi nih ya : katakan perempuan Indonesia ada 50.000, Malay ada 30.000, Singapur ada 20.000. Cih. Hoki kali Mas-Mas ini.
Tingkat Keakuratan : 40%
Haduh, masih mesti dibahas lagi ya??


Eniwei.
Agak ngenes juga sih menerima nasib kalah di kandang sendiri. Udah gitu dari orang yang tidak dijagokan pula. Apa pun lah sebabnya.
Mungkin ada yang punya teori-teori lain yang lebih bermutu? Hehehehe....

Posted at 10:25 am by marco!
Comments (5)  

Tuesday, December 18, 2007
tertawa [lagi]

CIHUY!!!!!
Sekian lama menanti, akhirnya benda ini diupdate.
Akhirnya bisa tertawa lagi... wakakakakakkkkkkk.

Posted at 01:04 pm by marco!
Comments (2)  

Sunday, December 09, 2007
double job seekers : BE PREPARED

Sebelum saya mulai nulis, sekedar mengupdate sedikit nih buat temen-temen yang begitu penasaran tentang welcoming party si mbak yang saya ceritain di posting sebelumnya.
NGGAK, dia belom dateng.
Puas hidupnya semua? Pokoknya nanti saya kasih tau BERAPA HARI yang dia perlukan sampai akhirnya orang-orang ngomongin dia. Hihihi.



Eniwey. Ijinkan saya membuka posting hari ini dengan permohonan maaf karena absen 15 hari dari kancah perblogan pertiwi. Bukan bermaksud sok sibuk, tapi..emang.
Jadi gini. Ijinkan saya curhat dulu ya, baru mungkin temen-temen bisa ngasih sedikit pencerahan.

DULU NIH, waktu masih di Bandung, saya ngimpi-ngimpi bisa kerja kantoran Senin-Jumat dengan gaji gede. Udah gitu, Sabtu & Minggunya siaran barang 2-4 jam, sekedar buat ngoceh atau denger musik gratis. Sisanya diabisin buat pijet atau belanja.
Seru abis ya ngayalnya? Ya iya lah. Namanya juga anak muda (saahhhhh), baru lulus, berasa staminanya kenceng kayak kuda. Ambisius dot com.

Tapi tolong baca lagi dua kata pertama di paragraf tadi.
Itu semua D-U-L-U.
Sekarang setelah semuanya berhasil dicapai (kecuali poin gaji gede tentunya), kok rasanya beda ya sama bayangan saya dulu? Senin-Jumat kerja kantoran plus never ending meetings buat jualan program-program channel yang menggaji saya ini. Belum termasuk seminar atau workshop yang statusnya MANDATORY dan invitationnya dikirim dengan sedikit embel-embel 'i-will-not-accept-any-reason-not to-participate'.
Itu yang di atas kertas selesainya 5.30 PM tiap Senin-Jumat.

Nah. Di luar rutinitas Senin-Jumat itu, (Desember ini) saya dapet jatah slot 32 jam buat jadi pelacur mikrofon. Menyenangkan sih, secara ya itu tadi. Saya bisa menggauli musik gratis. Tapi, sekaligus meluruskan fantasi orang tentang kerjaan penyiar nih ya, kerjaan ini nggak gampang lho. Nggak semata-mata nganga depan mikrofon.
Well at least di radio saya ini, nganga tanpa isi itu diharamkan ya. Jadilah saya mengisi waktu-waktu kosong dengan menggauli informasi untuk diomongin dalam 32 jam itu.


Haduh haduh. Kalo gini terus, kapan bisa punya pacar ya?

Eh, sebelum ada yang komplain saya nggak mensyukuri apa yang saya dapet, disclaimer dulu nih. Ini BUKAN ngeluh. Cuman berbagi sedikit cerita aja, bahwa dobel job itu capek lho.
Menyenangkan sih. Apalagi tiap tanggal 25 pas ngeliat jumlah nominal di ATM. 
Tapi satu hal simpel yang saya lupa DULU, adalah effort untuk menikmati kesenangan itu juga akhirnya dobel. So unless you're WELL-PREPARED, you'll end up doubling the stress yourself.


Iya nggak sih?
Ada yang mau colongan curhat dobel job juga di sini? Monggo lho..

Posted at 09:32 pm by marco!
Comments (7)  

Thursday, November 22, 2007
do people change, or they just adapt?


Ada hal buruk yang menghantui hidup saya dari kemaren.
Bentuknya tidak dalam wujud suster yang gelorotan di lantai atau neneng-neneng berpunggung bolong, tapi justru seorang gadis biasa yang notabene adalah mantan rekan kerja di kantor lama. Masalahnya cuman satu. Nggak ada yang bisa kerja sama dia, dan Desember nanti dia resmi terdaftar di kantor saya.

Poin gawat bertambah melihat adanya kemungkinan saya harus bekerja sama dia.
Sial.

Sekarang saya lagi menghitung hari menyongsong Desember.
Untuk mengisi hari-hari bahagia terakhir ini, saya pun mengambil inisiatif untuk mengucapkan selamat ke temen-temen saya yang mau-tidak-mau harus bekerja sama di tim yang sama dengan dia. Efek yang ditimbulkan cukup dahsyat sih, secara saya tidak bisa tidak menceritakannya dengan sedikit bumbu penyedap.
Tapi bukan berarti saya melakukan pencemaran nama baik ya. Catat.
Lha wong namanya pada dasarnya sudah tidak baik kok. Saya kan hanya menyempurnakan. Hakhakhak.

Anyway. Kondisi geger [bukan nama band] kantor ini sempet bikin saya jadi terlihat sebagai orang paling jahat sedunia; terutama bagi mereka yang memang belum merasakan asoynya bekerja sama dengan gadis ini. Salah satu kalimat unggulan yang sering dilempar ke saya adalah : 'Udahlah Co, people change.'

Which leads me to one of the serious question I've ever asked in the history of blog-writing : MASA SIH?
Sampai saat ini sih saya masih berpegang pada prinsip : people don't change, they just adapt. Jadi mau kayak gimana pun, orang tidak akan berubah. Kalaupun terlihat seperti berubah, itu karena mereka beradaptasi dengan lingkungannya. Di luar itu, ya tetep begitu adanya. Termasuk si gadis yang lagi saya bicarain ini dengan work ethic-nya.

Nah nah.
Coba deh bantu temennya sedikit disini.
Mungkin ada argumen lain soal filosofi 'people do change' VS 'people just adapt' ini.
Nggak perlu ngeri berargumen sama saya kok. Saya nggak akan otomatis memvonis kalian air head seperti layaknya gadis ini. Hehehehehehehe.


Saudari Miund barangkali, yang juga pernah menikmati bekerja bersama gadis ini?
Saya tau kamu gatal di ujung sana. Hakhakhak.

Posted at 11:54 pm by marco!
Comments (8)  

Wednesday, November 21, 2007
sindrom dangdut

Gawat nih.
Saya lagi mengidap sebuah sindrom yang menakutkan.
Gejalanya cukup aneh.

Diawali dengan meningkatnya inisiatif memilih lagu-lagu berikut dari iPod, untuk diputar sambil menemani mengutuk Sutiyoso yang membuat Jakarta Macet.
      
Firasat.
      Satu Bintang di Langit Kelam
      Oh Well
      
Cinta Sendiri
      6-8-12
      Sempat Melayani Hatimu.
Perhatikan baik-baik penggunaan kata inisiatif dalam kalimat sebelumnya.

Kedua.
Mulai mempertanyakan kualitas penglihatan, merujuk pada timbulnya fenomena melihat banyak sekali orang di wilayah kantor yang berwajah mirip dengan DIA, yang sukses membuat saya melakukan posting-posting dangdut di
sana sini..
Lebih gawat lagi, di antara banyak sekali orang itu, ada satu yang [menurut saya] sangat mirip; dan nggak tau kenapa beberapa hari belakangan ini selalu papasan di kantin.

DAN,

Terakhir, menuliskan semua ini di blog.


Gawat.
Gawat. Gawat.
Gawat. Gawat. Gawat.
Semua ini sudah menjadi sangat DANGDUT..

Posted at 01:27 pm by marco!
Comments (2)  

Next Page