marco!
March 13th
Male
Jakarta


Marco Anjasmoro
Started with one Western name,
ended with a Javanese one,
in a complete oriental package.
Don't ask.


Loves :
evening chat in a chill lounge,
a pack of cigarette over coffee,
lazy Sundays on comfy bed,
clubs on Fridays or Saturdays,
blogs,
reality TVs,
midnight snacks,
movies on Mondays,
torn up jeans+sneakers,
my iTunes playlist,
Katherine McPhee



   

<< May 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31



Days that are over will not continue to last,
if you try to construct the past..

[Sondre Lerche]

GoStats web counter
GoStats web counter


www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from marcopunya. Make your own badge here.





Personal Files

Friendster
Multiply
Previous Blog


Buddies' Blogs

Miund
Indra Febriansyah
Buhpi
Neng Manik
Saphira
Sacha
Meinyana
Pandji
Neng Lita
Baba Jessy
Odeledo
Dhank Ari
Barrie
Sekar
Anantya


Blog-Buddies

Cha
Marzland
Dody
Nien
Tyka
Sandy


Next Agenda

Java Jazz Festival 2008
Jakarta Convention Center
March 7-9, 2008




If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, May 05, 2007
..onta, babi rusa, atau biawak??

BRUK!
Seonggok daging besar tergeletak di atas talenan raksasa berukuran + 80x200 cm.
Si Mas menarik napas panjang, mendengus dongkol sepelan-pelannya.


[Ya Allah, daging ini lagi?!?]
Ini kali keempat Si Mas dihadapkan pada daging seperti ini. Masalahnya, dia nggak pernah tau bagaimana mengurus daging seperti ini. Tapi atas nama profesionalisme, daging ini harus diperlakukan sama seperti daging-daging lain.

Oke, langkah pertama adalah membuat onggokan daging raksasa ini empuk.
Teken sini teken situ.
Penyet sana penyet sini.
Pukul sini pukul situ.
Segala daya upaya dikerahkan; mulai dari pakai jari, telapak tangan, sampai kepalan.

Aduh. Pegel. 
Si Mas merelaksasi kedua tangannya.
[BUSET. Ini daging onta, babi rusa, atau biawak ya?? TEBEL AMAAAAAT!!]
Lagi-lagi ini cuman umpatan yang bisa keluar di dalam hati.

Otak Si Mas berputar kencang.
Hmm..mungkin pakai minyak bisa lebih gampang.
Si Mas mengambil minyak yang sudah dia sediakan.
Sekarang, dengan berbalur minyak, Si Mas melancarkan serangan yang sama :
Teken sini teken situ.
Penyet sana penyet sini.
Pukul sini pukul situ.


Tes!
Satu tetes keringet jatuh di atas talenan.
Phew, untung nggak kena daging, pikir Si Mas.
Si Mas melirik ke daging di depannya. Rasanya nggak ada perubahan.
Daging apa pun itu, tetep di tempatnya. Paling bedanya, daging itu sekarang licin karena minyak.
Si Mas lalu melirik pasrah ke jam di dinding.
Senyum lebar tersungging di bibirnya.
YESSSSSSSSSSSS!! Passs 90 menit!!!
Sudah waktunya untuk lepas dari onggokan daging ini.



"Mas, silahkan. Kamar mandinya sudah siap."
Si Mas beringsut-ingsut pergi.
Sedikit ngilu di kiri kanan, saya bangun dari matras, melangkah-langkah riang menuju kamar mandi. Enak sekaliiiii pijat hari iniiiii!!!!

Posted at 07:39 pm by marco!
Comments (5)  

Tuesday, May 01, 2007
..terlalu cinta

Thanks to one of my late-nite-phone-friend, penyakit musiman Pisces saya muncul lagi beberapa malem lalu.
Situasinya mungkin kurang lebih seperti ini.
Seporsi besar rasa kangen, dicampur sedikit sindrom 'ih-lagu-ini-gue-banget'; aduk rata.
Tambah sedikit es batu bila suka; lalu nikmati saat bengong di kamar gelap, sembari ngerokok, sambil inget-inget masa lalu.
Hasilnya? PARRRRRRRRRRRRRRRRRAH BOS!
Mendadak merasa Dubai kayak tetangga seberang rumah; bisa dicapai sekali koprol.


@#&^(%#@ \@#^(`@ #$@#*!!?
Ketek.
Kangen.

Gawat. Kalo kayak gini, segala lagu murahan yang tema besarnya kangen bisa jadi favorit. Nggak menutup kemungkinan lagu-lagu Om Ebiet dan Tante Dian (Pisesa. Eh..Piesesa. Eh. Pishesa. Phisesa. Pieshesa? Piesesha. Watever. Itulah pokoknya).
Nah, salah satu lagu terkutuk yang lagi ada dalem playlist saya ya lagu ini.
Nggak perlu saya kasih tau siapa penyanyi, pencipta dan judul lagunya yaaa.
Nikmati aja lirik dan kekronisan akut yang mungkin dibuatnya.



Jangan dekat atau jangan datang kepadaku lagi
Aku semakin tersiksa karna tak memilikimu
Kucoba jalani hari dengan pengganti dirimu
Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku?

Tuhan, maafkan diri ini
Yang tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata
sesungguhnya aku terlalu cinta..
..dia.


Tapi hatiku selalu berpihak lagi padamu
Mengapa semua ini terjadi kepadaku?

Tuhan, maafkan diri ini
Yang
tak pernah bisa menjauh dari angan tentangnya
Namun apalah daya ini
Bila ternyata sesungguhnya aku terlalu cinta..
..dia

Aku terlalu cinta..dia




Sigh.

Posted at 09:28 pm by marco!
Comments (3)  

Sunday, April 29, 2007
Weekend Blast Pt. 3 : ratapan customer service

Malem minggu menawan pun berakhir dengan seru.
Bukan dengan lampu disko atau musik ajojing, tapi dengan pembicaraan seputar kegemaran tiap oknum di meja sushi untuk KOMPLAIN. Tentu setan yang menyulut pembicaraan ini tidak lain dan tidak bukan adalah saya sendiri, yang bercerita tentang protes yang baru saya tujukan ke manajemen parkir Senayan City lantaran bayar parkir mahal, cuma gara-gara alur keluar yang berliku-liku di basement.

[Tapi nggak tau kenapa ya, gue NGGAK PERNAH BISA marah sama customer service di telepon. Meskipun udah niat marah-marah dari pas mijit-mijit angka telpon, tapi begitu mbak-mbaknya ngomong, pasti ujung-ujungnya nggak tega!!]
Saya menetralkan sisi iblis saya dengan versi cerita-cerita malaikat. [Kasian bo..bayangin dia udah dimarahin berapa orang hari itu..]

Cerita berlanjut seputar pengalaman ketidakpuasan pelayanan, yang berujung ke intimidasi bagian customer service. Salah satu pakarnya adalah nona itu, yang dicurigai mulai menjadikan hal ini sebagai hobi baru dalam hidupnya.
Ketawa-ketiwi ngomongin siksa batin yang dialami profesi ini, sesi berandai-andai pun dimulai.

[Eh eh, kebayang nggak gimana stressnya ruangan customer service setiap telpon bunyi? Mungkin semua pada rebutan buat NGGAK NGANGKAT! 'Elo aja! Elo aja!'! HAKHAHKAHKAHKAKKK] Saya.
[Iya, iya! Terus mereka ngundi siapa yang ngangkat dengan cara muter botol!!]
[Terus begitu diangkat, ada sipirnya gitu yang jagain kayak sipir penjara, yang ngejagain kalo-kalo mereka mulai mengeluarkan kata 'TAPI' ke customer!]
[BWAHAHAHHAAAA! Udah gitu, ngingetinnya pake sok batuk gitu : 'Ehem, ehem!']
[Dan kalo mereka udah stress, ada satu bilik kecil gitu di ujung ruangan, yang isinya sansak tinju. Di pintunya ada jadwal penggunaan sansak per harinya!]
[Dan salah satu sansaknya ada tempelan muka si sipir!]
[Atau tempat buat nempel nomer telepon si customer! HUAHAHHAHAAAA!]
[Dan kalo masih stress juga, ada bilik lain yang isinya psikiater!!]


Hehe..
There you go.
Satu profesi yang nasibnya nggak lebih baik dari Ari Hanggara. Halal sih halal, tapi pikir-pikir lagi deh. Dibayar cuma buat dimaki-maki orang.
Atau jadi korban pengandai-andaian di meja-meja sushi di Kemang.

Posted at 05:05 pm by marco!
Make a comment  

Weekend Blast Pt. 2 : kembali, tentang etika per-BAND-an Indonesia...

Sedikit kapok dengan mall ber-icon Nadya Hutagalung tadi, saya dan temen-temen bergeser mencari tempat eksistensi lain yang relatif lebih 'murah'. Dimsum Festival Kemang.
Sushinya murah, enak, dan yang penting adalah besarnya kemungkinan untuk melirik dan dilirik orang banyak.

So there we go. 5 manusia kelaparan memesan sushi-sushian dengan ganas.
Sambil menunggu pesenan dateng, saya memilih untuk melakukan kegiatan yang konon dikutuk artis-artis Indonesia. Browsing MP3 & CD bajakan.
Dan, saat lagi berada di rak MP3 itulah, saya menyadari kreativitas pembajak-pembajak dalam menamai paket-paket bajakan ciptaannya.

"Indonesia Ampuh" Oke...masih bisa diterima nalar.
"Lima Kelima" ..lebih kedengeran seperti nama orang Sunda.
"Musik Merakyat"
"Gado-Gado Indonesia : Gw Punya Selera"

...
Dan gongnya adalah :
"Gw Obok-Obok Aje!"
HALAH!!!!
Sumpah mati saya nggak bohong, beneran ada MP3 yang dikasih nama begitu. Mungkin di saat mikirin apa nama kompilasi yang tepat, pembajaknya secara nggak sengaja ngeliat videoklip perdana Joshua di pentas permusikan Indonesia.

Eniwei.
Masih asik mencari alesan logis penamaan MP3-MP3 nggak bersalah ini, tiba-tiba mata saya terganggu satu nama band yang ada di beberapa MP3.
Ngecilin pupil buat menambah fokus.
Kucek-kucek mata.
Gedein mata. Ngecilin lagi. 
...Tetep nggak ada perubahan.
Ini beneran ya, ada yang ngasih nama bandnya : KUBURAN BAND??!????
Wait.
Terakhir yang saya tau, KUBURAN itu artinya makam, atau tempat peristirahatan terakhir mayat. Atau sekarang ada arti baru ya, yang bisa dijadiin materi jualan?
Penasaran, saya ngelirik ke list lagunya.
Salah satunya tercetak dengan sukses : SAKARATUL.
Okeeee. That explains enough.
Nggak sia-sia saya ngikutin sinetron-sinetron tipikal Hidayah.
Saya pun membawa penemuan baru ini ke meja tempat sushi dan kawan-kawan saya menunggu.

[Just when I thought nama band teraneh adalah KANGEN, tadi gue liat ada band yang judulnya KUBURAN]. Saya.
BWAHAKHKAHKAKAKAHKHAKAKKAKAKAKAKKK!
Belum apa-apa beberapa penghuni meja udah ketawa.

[Eh, tapi beneran lho. Lo udah liat belom wujudnya KANGEN BAND itu kayak apa?]
Salah satu temen saya meramaikan suasana. [Itu yaaa, kalo lo liat vokalisnya, sekonyong-konyong lo akan merasa Ian Kasela itu .... ]

Hening sesaat.
Keliatannya temen saya bingung mencari kata sifat yang passss untuk mengakhiri kalimatnya sendiri. Kelamaan, saya coba membantu.

[..ganteng??]
. Saya.
[YA NGGAK LAHHHH!!! Ian Kasela darimana gantengnya?!?]. Temen saya protes.
[Eh nggak boleh gitu. Mungkin dulu juga dia melewati masa-masa itu].
[TETEP AJA BUKAN BERARTI SEKARANG GANTENG!?! Pokoknya kalo lo tau Ian Kasela, nah wujud si vokalis KANGEN BAND ini satu layer di bawahnya!]
BWAHAHAHAKHKAHKHKHAKHKAHKAHKHAKHKAHKAKKK!!!


See?
I was not the only one who sees it that way.
Jadi buat adik-adik yang ingin membentuk band baru, coba sedikit lebih selektif memilih vokalisnya ya. Meskipun ujung-ujungnya diomongin orang karena suka menebar benih di seantero Indonesia ya, at least di meja sushi kami dia nggak diperbandingkan dengan Ian Kasela..

Posted at 03:30 pm by marco!
Comment (1)  

Weekend Blast Pt. 1 : ..mahalnya harga penampilan!!

Jadi ceritanya, setelah minggu sebelumnya saya rehat sebentar dari percaturan pergaulan anak-anak jaman sekarang, Sabtu kemarin saya kembali dengan kemasan lebih segar dan lebih kece, komplit dengan motivasi tinggi untuk.. BELANJA!
Motivasi nggak penting ini muncul setelah di suatu siang yang cerah, saya ngeliat salah satu kemeja andalan saya tiba-tiba nangkring dengan manis di badan temen kantor saya. Persissss...sissss.....sisssssssss! Sejak itu saya memutuskan untuk mempensiunkan kemeja itu lebih dini dari seharusnya.. 

Lagian, kan ceritanya udah gajian tuh, jadi sekalian saya memutuskan untuk menghabiskan weekend ini dengan -uhm, kalo istilah si Neneng sih, 'bergaya borjuis dan kebarat-baratan'. Meskipun termasuk dalam daftar karyawan yang nggak dapet bonus, semangat belanja saya nggak kalah dari semangat Diponegoro waktu perang kemerdekaan dulu.

Tempat tujuan pertama adalah sebuah mall di bilangan Senayan.
Yesss, pemilihan lokasi yang agak sedikit tolol.
Tapi gimana ya. Kalo udah masuk weekend, kadang-kadang 'motivasi' suka egois, sampai suka lupa kalo dia punya saudara tiri bernama 'akal sehat'. Dan itu yang terjadi weekend ini.
Dengan target belanja yang agak nggak kira-kira (kemeja, kaos, jeans, topi + Burger King), saya menyeret temen saya untuk nemenin saya belanja.

Seperti yang udah saya duga, di dalem udah banyak orang yang menderita motivasi yang sama dengan saya. Bedanya, duit mereka mungkin berkali-kali lipat lebih tebel dari saya.
Masuk salah satu toko, naksir jeans. Kece abis.
Liat harga.

Rp x99,900,- , dengan nilai x>6.
[ #*#&@&^#!!??! ] Saya.
IDIH!! Apaan nih?! Amit-amit.
Masih kebeli sih, tapi bukan berarti abis beli itu terus saya mesti ngabisin malem-malem minggu berikutnya di rumah kan??

Well, mungkin bukan toko atau barang yang tepat.
Koprol sedikit ke toko sebelahnya, dimana saya merasa barang-barangnya juara.
Lirik sedikit ke kemeja ini. Ngintip harga.

Rp x59,000,- , dengan nilai x tidak lebih kecil dari 4.
[ *(@^#&%%>~$?!??!! ] Saya.
Coba ngintip kemeja lain. Siapa tau ada barang-barang lain yang lebih murah, tapi masih tetep bisa dikategorikan kece. Lirik depan, lirik belakang; koprol kiri, ngesot kanan.

Topi Rp x59,000,- , dengan nilai x tidak sama dengan 0;
Kemeja itu Rp 5xx,xxx,- , dengan nilai x yang tidak perlu diperhitungkan lagi karena angka awalnya aja cukup membuat stress;
Dompet Rp xx9,000,- , dengan nilai x yang membuat saya mencari-cari apakah ada bonus berlian di dalem dompet itu;

[ &^#%@($%(@*&%#$%@(%~*&#(%~!`&*%@ ] Saya.
KETEEEEEKKKKKKKKKKKKKKKKK!!! Apa-apaan nih??
Apa barang-barang di mall ini lagi kompakan musuhin saya ya? Atau 'akal sehat' mulai ambil alih dan nyetrap 'motivasi' di kamar mandi di otak saya?
Well. Mungkin nasib 'motivasi' belum seapes itu.
Paling enggak dia masih sempet memaksa saya membeli satu jaket dan iket pinggang, sebelum akhirnya bener-bener dibius total oleh 'akal sehat'...

Posted at 01:48 pm by marco!
Make a comment  

Monday, April 23, 2007
peraturan tak tertulis di kancah band : vokalis HARUS kece!

Masa iya sih, vokalis band punya sex appeal yang lebih dari laki-laki biasa??

Itu pertanyaan yang muncul di pikiran saya waktu denger jejaka Bandung berinisial A (yang notabene adalah vokalis band kondang berawalan P berakhiran PAN) digosipin suka menebar benih di rahim perempuan-perempuan lugu maupun horny di penjuru Indonesia.
MASA SIH?!??
Di mata saya dia bahkan jauh dari kategori ganteng.
Setelah saya cek-cek ke perempuan-perempuan di sekitar saya, mereka dengan antusiasme tinggi mengakui bahwa jejaka A ini seksi. Hal ini malah diamini salah satu cowok (demi keamanan, inisial pun nggak saya buka disini) yang mengaku libidonya naik kalo melihat jejaka A ini jejingkrakan di panggung.

...
MASA SIIIIIHHHHHH?!??
Well. Bukan berarti saya lagi mencari momen libido saya naik kalo ngeliat jejaka A ini muncul di TV ya. Saya cuman butuh penjelasan, kenapa laki-laki ini begitu menarik buat makhluk berjenis kelamin perempuan.



Dan, setelah sekian lama menanti,
penjelasan itu pun akhirnya dateng dengan sendirinya waktu sebuah band asal Lampung mulai mencari eksistensi di dunia musik. KANGEN BAND.
Ehem.

Dari segi nama aja, saya mesti berpikir ekstra kerassssss buat nyari alesan paling logis pemilihan namanya.
Dari segi lagu, saya mesti bekerja lebih kerasssssssssss buat inget-inget eksistensi Amy Search dan kejayaan lagu Isabelanya.
Dari segi vokalis, komentar saya cuman satu : MASYAOLOOOOOOOOOOOOOOO!!?!
Itu...ehem, muka??
Saking tak terdefinisikannya, bahkan mukanya pun nggak diakui di kancah per-Google-an. Baru sekarang saya bisa ngeliat sisi ganteng dari si jejaka A yang saya ceritain tadi.
Mohon maaf nih, buat yang ngerasa groupies-groupies dari band baru ini.
Tapi bisa nggak minta tolong, bilangin ke vokalisnya untuk sedikit ...ummm, meng-'upgrade' penampilan? Emang sih, nggak selamanya Tuhan bisa menciptakan jejaka-jejaka kece. Beliau juga terbatas kreativitasnya.
Tapi masih banyak lhooooooooo, cara untuk membuat diri lebih enak diliat?!?

Barangkali apa yang dibilang orang bener ya.
Kita baru bisa melihat kebaikan suatu hal, kalau kita sudah bisa menemukan kebusukan dari hal lain sebagai pembandingnya.

Posted at 11:33 am by marco!
Comments (3)  

Sunday, April 22, 2007
..di DALEM atau di LUAR tub?

Perkenalkan, si Neneng.
Temen seperjuangan saya waktu mengaudisi puluhan ribu makhluk yang merasa jadi idola tahun lalu; produk MRA yang dicetak dengan spesifikasi sama (silet, maksudnya); sesama penderita gejala epilepsi akut setiap mendengar 'Satu Bintang di Langit Kelam'nya RSD atau 'Moody's Mood For Love'nya Elliot Yamin; perempuan Libra yang selalu jadi tempat saya mengutuk kelakuan Libra-Libra lainnya.

Sampai suatu ketika pertemuan di YM pun masih dari zodiak terkutuk ini.

Neneng : WAHAHAHAHAAAA!
Neneng : udah lah co, lo emang ditakdirkan untuk sama libra
Saya : eh MAKASI LHO, dia ketawa!
Saya : sial
Neneng : HAKAHAKHKAHKHAKHKHKHAKHKAHKAHHAAAKKKK
Neneng : anak mana?
Neneng : gw kenal gak?
Neneng : anak ui ya?
Neneng : s2?

Saya : yang mana nih? Libra kedua?
Saya : ummmm...jangan ketawa ya
Saya : ketemu pas audisi medan
Saya :
[blushing]
Neneng : hah?
Neneng : AUDISI MEDAN???
Neneng : SIAPAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!

Nada si neneng agak naik 1 oktaf, tanda nggak rela.

Saya : ehem
Saya : iyah........................
Saya :
[blushing]
Neneng : NGGAK MUNGKIN
Neneng : SECARA GUA SEKAMAR SAMA LO
Neneng : SIAPAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

Saya : lho??
Saya : emang kenapa kalo sekamar?
Saya : kecolongan ya?

Neneng : KECOLONGAN!
Neneng : SIAPA MONYEEETT
Neneng : ANAK FREMANTLE????
Neneng : KONTESTAN???
Neneng : PANITIA LOKAL????

Saya : bukan fremantle laaaaaaaah
Saya : bo, kok kayak kebakaran rambut kriwil lo gitu sih?
Neneng : *kaya buluk aja lo ngecengin panitia lokal*

Sedikit tambahan info, buluk yang disebut disini bukan sejenis penyakit, tapi nickname lead vokal sebuah band kondang, partner in crime si Neneng dalam menghancurkan mimpi orang-orang yang pengen tenar.

Saya : okeeeeeeeeee deh, ngaku, we DID it on your bed....
Saya :
[big smile]
Neneng : [silence]
Neneng : EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!
Neneng : anjing lo
Neneng : gw kan harus mandi dettol tandanya

Saya : Bwahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhaaaaaaa!!!
Neneng : sataaaaaaaaaaaaaannnn
Saya : huahahahahaaaa
Saya : gak deeeng
Saya : we just used the TUB
Saya :
[wink]
Saya : wah yang ini lebih parah euy
Saya : udah punya pacar dia
Saya : ganteng. pemain sinetron pula

Neneng : ANJIIIIIIIIIIIING@
Neneng : ANJING YOU USED THE TUB???
Neneng : ANJING LO

Saya : wat?
Neneng : GUA MANDI DISITU TOLOLLLLLLLLLLLL!!!
Saya : what's it with the tub?
Neneng : gua kan mandi di dalem TUB!
Saya : yeah, and?
Neneng : kalian BERCINTA disana!!! OHNOOOOO!!!
Neneng : KOTOR!

Saya : emang seharusnya mandi di dalem tub kan?
Saya : masa DI LUAR TUB?

Neneng : JIJIK!!!
Neneng : taiiiiiiiiiiii

Saya : dan makasih atas sabun2 tub yang wanginya luar biasa buat kami
Saya :
[wink]
Neneng : ANJING
Neneng : ANJING
Neneng : ANJING
Neneng : gua ngambek!!

Saya : bwahahahaaaaaaaaaaaa
Saya : kagak laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah

Neneng : iiihhh
Saya : we used the toilet instead
Neneng : ANJING
Neneng : MARCO UDAH GW LAGI SIBUK!
Neneng : >:(

Saya : eh, gak mau simpati dikit ya sama temennya, instead of menyesali berbagi tub???
Saya : HAHAHA
Saya : jangan terbayang2 yaaa, udah lewat kok....
[big laugh]

Dan, seperti layaknya akhir cerita dongeng-dongeng sebelum tidur, pemenangnya selalu adalah jagoan kece; sementara naga atau ibu tiri jahat selalu kalah. HAKHAKHAK!
Hey, don't take the conversation seriously ya.
Let's just say, what happened in Medan, stayed in Medan.
No no no, no clue, even for my beloved roomie. HAKHAKHAKHKAHKAKKK...

Posted at 08:23 pm by marco!
Comments (2)  

Saturday, April 21, 2007
Email berantai

Di suatu malem minggu kelabu, seorang lelaki kece memutuskan untuk rehat dulu dari hiruk pikuk pergaulan metropolis.

...
Nggak usah belagak nyari siapa yang saya maksud dengan 'lelaki kece' deh.
Udah berapa lama sih baca tulisan-tulisan saya? Heloooooo, i'm talking about me here...
Eniwei.
Waktu saya lagi bersihin account email Yahoo, saya ngeliat satu email dari temen saya yang isinya adalah forward-an email berantai dari jutaan orang lainnya. Yang menarik, email itu dibuka dengan TESTIMONI dari orang-orang yang mengaku menerima harapannya terkabul sesudah meneruskan email itu ke korban-korban baru lain.

Lucu ya?
Yang lebih lucu lagi, lelaki kece ini agak sedikit terbawa aura malem minggu kelabu. Jadilah saya meneruskan email itu ke 15 korban baru lain (jadi maap-maap nih kalau merasa dapet dari saya...), berharap seseorang dari masa lalu yang tengah mengadu nasib di Dubai tiba-tiba nelpon saya.

...
5 menit... 10 menit... 27 menit.
Okeeee. Mulai merasa tolol nih.
Masuk ke menit ke 28, sumpah mati, HP saya mendadak bunyi. Ketololan pelan-pelan ganti jadi ngeri. Idih, masa beneran kejadian sih? Nggak siap nih.
Setelah diintip, ternyata nama yang muncul adalah si Neneng, perempuan yang senantiasa menolak nasib yang menggariskan dirinya memiliki kemiripan wajah dengan Indy Barends. Partner in crime saya waktu mengaudisi puluhan ribu makhluk yang pengen jadi idola.

[Eh haaii] Saya membuka dengan setelan suara penuh kasih sayang.
[Nyeeeeeettttttt!! Lagi dimana lo?]
[Di rokum aja]
[ANJ**GGGG, rokuuum! Kenapa sih, bukannya harusnya jadwalnya digagahi?]
[Menggagahi] Saya meralat.
[Heeeehhh..gue yang nelpon nih, jadi harusnya gue yang mendominasi]
[Hari ini kita lagi rehat aja dari pergaulan. Besok tapi mulai lagi]
[Oh, jadi setelah Senen-Jumat kerja, Sabtu istirahat, Minggunya digagahi lagi ya? HAKAHKHKAHKAHKAHKAKKKK] Puasss banget ketawanya.
[Menggagahi] Saya meralat lagi.
[Eh, ke Dapur Babah dong! Banyak gosip yang harus dijelaskan nih!]

[Idih, terus mesti ngeliatin lo pacaran gituh?]
[Ah nggak asik lo. Eh, jadi si I pacaran sama DB ya??]
Neneng satu ini rupanya coba-coba mengklarifikasi inisial-inisial di posting ini. Muncul satu nama baru, artis berinisial DB yang menurut saya morfologi mukanya mengerikan. Saking mengerikannya kadang saya mikir dia itu laki atau perempuan.
[Lho kok DB?? Kan gue bilangnya sutradara]
[Oh sutradara ya? Siapa? Siapa?]
[Si tetettoet] Saya pun membongkar identitas si sutradara.
[Trus, tadi kenapa lo bisa bawa-bawa DB?]
[Soalnya adiknya temen gue pernah ngeliat si I sama DB beduaan di XXX] Si neneng antusias menyebut nama klub tersohor di bilangan Selatan Jakarta.
[Beduaan ngapain?]
[Ya grepe-grepean lah! Menurut lo??]
[Alagh]
[Ya sudahlah, udahan dulu kalo gitu ya?]
[MONYEEEEEEEEET, JADI LO NELPON GUE CUMAN BUAT GITU DOANGGG???!?]
[Abisan gue pikir bisa dapet gosip menarik apaaa gitu. Ternyata nggak asik ah]
[...]

Saya nggak inget persis apa akhir dari pembicaraan tolol itu, tapi yang jelas saya sampai di satu kesimpulan baru : nggak selamanya email berantai itu boong lho!
Meskipun harapan yang terkabul sifatnya cuman second line aja ya. Ngarepinnya ditelpon sama orang kece, tapi dapetnya cuman kecoak buduk, misalnya.
Mungkin saya nerusin email berantainya kurang banyak ya. Damn.

Posted at 10:28 pm by marco!
Comment (1)  

Thursday, April 19, 2007
...belajar sambil berdoa, atau berdoa sambil belajar?!?

Makan siang selalu jadi saat-saat yang paling ditunggu oleh temen-temen kantor saya. Dengan berbagai tipu muslihat, mulai dari yang sah secara hukum sampai dosa dimata perusahaan pasti dicoba, supaya bisa keluar lebih cepet dari waktu yang sebenernya.

Satu hal yang menyenangkan selama kita makan siang adalah munculnya topik-topik seru sembari menunggu kedatangan pesenan ayam penyet yang nggak kunjung dateng. Seru karena topik bisa berkembang seenak pantat; bisa dimulai dengan kutu, misalnya, berlanjut ke palsunya payudara Dolly Parton, dan ditutup dengan sejarah meletusnya Gunung Krakatau. Seperti siang kemarin, topiknya adalah...UAN.

...
Terlalu aktual? EMANG! Secara kerjanya di channel berita...
Jadi, temen saya itu cerita tentang liputan soal anak SMA yang ngeluh UAN-nya susah, padahal doanya udah kenceng, malah pake tahajud segala.

...
Satu keluhan plus alesan yang GOBLOKKK menurut saya.

1. Well, helllooooo? Namanya ujian, ada ya yang gampang? Ujian akhir pula. Kalo nggak mau susah, ya nggak usah ujian [...hmm..tawaran solusi yang absurd].
2. Menurut lo, kalau doanya kenceng udah gitu ditambah bonus-bonus tahajud, terus di malem sebelum ujian bakal dapet mimpi : 1.A, 2.E, 3.D?? Nggak mau sekalian cobain nginep di mesjid atau gereja? Kali-kali aja besoknya pas bangun langsung dapet NEM asli. 

Suka aneh ya.
Ada aja orang yang masih merasa doa bisa membuat segala sesuatunya jadi mungkin.
Bukannya mencemooh agama tertentu ya, tapi tolong deeeeh. Bukan berarti terus menggampangkan usaha dan mengandalkan sepenuhnya sama ibadah.
Bodoooooo yaaaaaaa?


...kan, pasti jadinya kedengeran kayak kafir deh.

Dan di topik hari itu, saya cuman komentar satu hal :
"Bilangin sama itu anak : buat ujian-ujian berikutnya, cobain deh belajar total, tapi nggak pake doa. Pengen tau aja, ujiannya jadi gampang apa tetep susah?!"

Posted at 10:22 am by marco!
Make a comment  

Friday, April 13, 2007
Dunia sempit, Bung!

Kadang-kadang saya mikir dunia itu kelewatan kecilnya.
Apalagi kalau hidupnya sebagai buruh hiburan seperti saya. Ketemu sama orang baru, eh ternyata masih kenalan dari temennya adik sepupu dari temennya si temennya ponakan kakaknya.

...
Yah. Kira-kira begitulah.
Persis seperti waktu beberapa oknum (termasuk saya) menghabiskan suatu malem Jumat dengan pesta sushi di Kemang. Seperti yang saya bilang tadi. Usut punya usut, ternyata semua memiliki garis nasib yang kurang lebih sama : pernah mengurus produk-produk berstatus idola, sebelum ataupun sesudah kompetisi.
Berhubung kita sendiri susah merintis karir sebagai idola, jadilah kita merumpikan bekas-bekas asuhan kita itu.

[Besok si I ke Jepang lhooo, syuting videoklip]
[Oh jadi? Yang bikin siapa?]
[Si XXX (menyebut nama sutradara yang cukup sering kedengeran).
Murah boo, secara dia lagi mepet si I!!]
[Serius!?]
[Lho, bukannya si I sempet pacaran sama L
(menyebut salah satu seniornya di kontes idola itu)??]

[Alagh. Cuman deket kali. Dulu pas akhir-akhir kan emang sering jalan bareng. Ceunah.]
[Lha kan si I sekarang pacarnya pemain sinetron juga?]
[Eh beneran.
Soalnya gue tau, sebelumnya itu si L pacaran sama si... siapa tuh, cowok Arab yang pernah jadi peserta YYY?? (menyebut nama acara jiplakan Big Brother)]
[Si IC??]
[Nah, itu! Wuuiiihhh, dulu si IC ngejar-ngejar L!
Dan si L itu kan royal banget ya, sampe si IC itu dibeliin cincin sama dipasangin behel!
Tapi itu dulu. Sekarang si IC udah pacaran sama direkturnya ZZZ (menyebut nama rumah produksi yang getol bikin klip). Si L juga udah dapet yang baru lagi.]

Hening sejenak.
Tiap tersangka berusaha mencerna kabar-kabar yang dateng dalam jumlah banyak di waktu yang relatif singkat.

[Trus trus, kalo si D gimana? (menyebut nama temen seangkatan L)]
[Oh, dia sih penjahat kelamin...tapi gagal!]
[Bwahahahahaa!]
[Pernah tuh, dia ribut sama PA-nya.
Gara-garanya abis show di Surabaya, si D mabok, terus main godain cewe aja gitu. Ya mungkin cewenya mau aja. Emang dasarnya bego dan mabok, 
si D itu gangguinnya kampungan, ya takut lah cewenya! Akhirnya si PA negor. Eh si D ngamuk. Besoknya ditinggal balik Jakarta aja gitu sama si PA-nya.]

[Bwahahahahaa!]
[Jangan salah, si PA-nya juga sama parahnya. Pernah di Singapur, si D ketemu cewe. Kenalan lah, bareng sama PA-nya juga. Pas balik kamar, PA-nya lanjut sama si cewe ini. Bobo-boboan lah (mempraktekkan dengan mempertemukan dua telapak tangan dengan gerakan mengulek). Besok paginya, si PA ngeliat kok cewenya gak ada.
Eeeeh gak taunya pindah ke tempatnya si D.
Sorenya dikasih tau deh sama si PA : 'Bekasan gue tuh!']

[Goblog...]

Hening lagi.
Mengingat status kita sebagai mantan pengasuh, mungkin ada beberapa yang sedang berzikir.

[Kalo dipikir-pikir, yang penjahat kelamin sejati itu si DD ya..
(menyebut produk seangkatan si I)]

[Secara pacaran sama model majalah Popular ya...]
[Hah? Siapa? Siapa?]
[Oh, udah enggak! Sekarang dia sama temen main di sinetronnya.
Nggak tau sih pacaran apa enggak, tapi sempet deket aja.]
[Gokil]

Obrolan masih jauh dari selesai, apalagi kemudian si oknum PA yang dari tadi diomongin bergabung memeriahkan suasana. Tapi saya jadi mikir. Kok bodoh ya anak-anak ini? Apa mereka nggak mikir ya, kalo dunia hiburan itu kecil. Apalagi buat mantan-mantan pengasuhnya yang pergaulannya nggak bisa dipandang sebelah mata (cie..).

...
Well. Kalo mereka pinter mungkin mereka nggak akan jadi artis juga ya...

Posted at 11:50 am by marco!
Comments (3)  

Next Page