marco!
March 13th
Male
Jakarta


Marco Anjasmoro
Started with one Western name,
ended with a Javanese one,
in a complete oriental package.
Don't ask.


Loves :
evening chat in a chill lounge,
a pack of cigarette over coffee,
lazy Sundays on comfy bed,
clubs on Fridays or Saturdays,
blogs,
reality TVs,
midnight snacks,
movies on Mondays,
torn up jeans+sneakers,
my iTunes playlist,
Katherine McPhee



   

<< September 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30



Days that are over will not continue to last,
if you try to construct the past..

[Sondre Lerche]

GoStats web counter
GoStats web counter


www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from marcopunya. Make your own badge here.





Personal Files

Friendster
Multiply
Previous Blog


Buddies' Blogs

Restless Heart
Miund
Indra Febriansyah
Buhpi
Neng Manik
Saphira
Sacha
Meinyana
Pandji
Neng Lita
Baba Jessy
Odeledo
Dhank Ari
Barrie
Sekar
Nana
Anantya


Blog-Buddies

Cha
Marzland
Dody
Nien
Tyka
Sandy


Next Agenda






If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, September 11, 2007
..tolong tampar saya,

Seorang Pisces itu perlu dibantu kalau pikirannya lagi berkelana terlalu jauh mengingat-ingat masa lalu. Jadi tolong tampar saya karena sedang menyukai lagu picisan ini...

Mungkinkah kau masih menginginkan rindu ini
Setelah kau pergi menjauh dari jangkauan hati
Mungkinkah kau mau menyisakan rasa rindu
Setelah kau tutup pintu hatimu tanpa waktu
Padahal saat itu,

Sempat kau berharap kau tak harus pergi
Sempat kau katakan kau rindu padaku
,
Sempat saling berdekapan dan menghangatkan, menyaksikan malam penuh bintang
Sempat ku nikmati kecupan senyumu
Sempat ku resapi redupnya matamu
Sempat saling mendengarkan ombak bersuara
dan kita berkhayal keliling dunia,
dan sempat kumelayani hatimu...

Posted at 01:23 am by marco!
Comments (5)  

Sunday, September 09, 2007
memaafkan bos yang pelupa

Maaf, maaf,
Seminggu kemaren nggak nulis apa-apa, berhubung lagi kursus kilat jadi bidan dari sebuah channel baru yang akhirnya lahir juga tanggal 7 kemaren... Tapi ya, beberapa kejadian dari serangkaian kerja rodi ini bikin saya makin khatam dan maklum dengan sifat pelupa bos saya yang luar biasa.

Kejadian pertama.
Kondisi awal :
Jumat sore cerah, Pak Bos meminta timnya untuk mengirimkan segambreng kaset ke KL segera.
3 hari berikutnya :
Pak Bos menutup hari dengan misuh-misuh sembari bertanya : 'Kasetnya mana? Hah?? Udah dikirim ke KL? Kok udah dikirim???'
Efek yang ditimbulkan :
Tidak terlalu parah. Hanya sedikit gangguan jiwa bagi mereka yang terlibat langsung di proses pengiriman.

Ehem.
Ini masih belum apa-apa.

Kejadian kedua.
Kondisi awal :
Sore hari yang agak mendung, karena saya kepepet deadline untuk masukin materi tulisan ke guidebook buat subscribers TV saya. Pak Bos tentunya dalam hal ini HARUS dilibatkan, sehubungan dengan materi yang ada di dalamnya. Pak Bos lihat-lihat sedikit, coret sana-sini, DONE. Dia cukup happy dengan seluruh copy, termasuk judul sebuah sinetron yang sudah dia setujui jauuuuuuuuuuuuh hari sebelumnya : Bintang di Hidupku.
3 jam berikutnya :
Sebuah sesi obrol-obrol pasca magrib terjadi antara Pak Bos dengan PH yang memproduksi sinetron ini. Sesi ini ditutup dengan sebuah percakapan yang menimbulkan malapetaka :
PH : Mas, kita lagi mikir blablablablabla... jadi gimana kalo sinetronnya diganti jadi Ketabahan?
Pak Bos : OKE.
Efek yang ditimbulkan :
Sedikit perang dunia, karena saya harus berdebat kusir dengan tim pengasuh guidebook tentang tidak adanya hal yang mustahil di dunia ini. Merujuk pada kesuksesan Bandung Bondowoso membangun candi buat Loro Jonggrang dalam waktu semalem, akhirnya saya pun berhasil memaksa percetakan menunda printing sebelum semua teks 'Bintang di Hidupku' berganti jadi 'Ketabahan'.

By the way, DON'T ASK, kenapa judulnya kayak gitu.

Kejadian ketiga.
Kondisi awal :
Suatu siang yang manis, dua temen saya dipanggil Pak Bos ke ruangan, buat diskusi strategi programming si channel baru ini. Menemui jalan agak buntu, Pak Bos menutup pintu kebahagiaan dua temen saya dengan suatu agenda manis : 'Oke, kalo gitu kita omongin nanti deh abis Magrib.'
3 menit berikutnya :
Pak Bos menerima telpon dari istri tercintanya, masih di depan dua temen saya tentunya : 'Ya. Kenapa? Nanti Magrib? Iya aku nggak ada acara. Oke sampai ketemu nanti sore ya.'
Efek yang ditimbulkan :
Senyum bahagia dua temen saya sampai jam pulang kantor.


WAHAHAHAHAAA!
Kalau diinget-inget ulang sih lucu. Meskipun sering dongkol dan jengkel ya, mengingat di kontrak kerja tidak tercantum jenis pekerjaan ala jin-jin Bandung Bondowoso.
Barangkali ada yang punya obat mujarab selain Gibolan??

Posted at 11:20 pm by marco!
Comments (3)  

Sunday, September 02, 2007
..ah, saya bentji...

Satu orang temen saya lagi seneng-senengnya dipepet sama om-om chubby.
Satu orang temen saya yang lain, lagi asyik menjabani semua prospek lelaki yang dijodohkan ke dirinya.
Satu orang temen saya yang lain lagi, lagi sibuk menghabiskan waktunya di Jakarta dengan laki-laki posesif yang mem-booking semua waktu weekend-nya.


Ah.. saya bentji.
Saya bentji... 

Posted at 01:51 am by marco!
Comments (3)  

Saturday, September 01, 2007
lagi, tentang harimau..

Sebuah pembicaraan absurd terjadi di sore hari.

'YUN, besok emangnya ngikut syuting di Ragunan???' Saya.
'Iya nih, gue masih kurang stock shot HARIMAU NGUAP.'
Usut punya usut, gadis YUN,
yang popularitasnya terus meroket sejak saya tulis di sana sini, merasa program bombastis seputar pencomblangan harimau masih jauh dari sempurna (kalau bingung silahkan cek di sini yaa..). 

Diam sejenak.
Membayangkan temen saya yang kecil ini beringsut-ingsut di luar kandang harimau cuman buat nyari momen yang pas waktu mereka NGUAP.

BWAHAHAHAHAHAAA!!!

'Numpang tanya aja nih. Mmm... lo mau NYURUH harimau buat nguap itu gimana ya?'
'Ya kan besok datengnya dari jam 7.'
'Tapi jam 7 itu harimaunya udah feeding!!' Seorang mbak yang merasa lebih khatam soal jadwal macan membenarkan.
'Lho, bukannya jam 7 itu baru mau mandi??'
'Nggak, mandi itu sesudahnya.'
'Lho? Jadi duluan mandi apa makan sih??'
'Makan dulu, baru mandi.'
'Nggak lagi, mandi dulu baru makan!!' Gadis YUN yang merasa sudah cukup fasih berbahasa harimau sejak kunjungan terakhirnya ke Taman Safari mulai merasa benar.
'Kalo gue sih, makan dulu baru mandi ya..'

Hiyaaah.
Semua menoleh ke sumber suara yang tidak memberikan solusi. Alhamdulillah bukan harimau. Merasa dilihat, si sumber suara memberikan klarifikasi.
'Lho, emang bener. Biar abis itu sekalian sikat gigi.'

WAHAHAHAAAHA!!!

Posted at 08:09 am by marco!
Make a comment  

Monday, August 27, 2007
laki-laki & fenomena multitasking

KATANYA, laki-laki nggak punya kemampuan multitasking.
CIH! Apaan tuh?
Hari Selasa kemarin saya sukses membuktikan bahwa pernyataan itu SALAH adanya.

Jadi kurang lebih begini kronologisnya.

9.30, lebih-lebih dikit lah.
Seperti biasa, tergopoh-gopoh keluar dari rumah, satu tangan megang tas, satu lagi megang seperangkat set makan siang (maklum tanggal tua) plus folder plastik. Mulut mengapit roti sebagai bekal sarapan sambil mengulangi makian rutin saban pagi : 'anjrit-kenapa-gue-tadi-pake-acara-telat-bangun-ya??'

9.45
Dalem mobil. Sembari menyetir dan memamah biak bekal, mengirim SMS ke Bos :
'Mas, aku ijin ngambil undangan wisuda ke kampus sebentar ya. Jam 11 kurang udah duduk manis depan meja deh.' SENT!

..kurang lebih 5 menit kemudian.
SMS dari Bos masuk, dan membuat keki : 'Sekarang juga sudah pk.11 kurang lho ;-)'


10.15
Setelah serangkaian umpatan halal maupun haram terhadap bis dan motor, akhirnya sampai di kampus. Parkir ilegal pinggir jalan raya.
Keluar dari mobil, geledek bunyi. Dengan asumsi bisa mengambil semua keperluan di sekretariat dengan sistem kilat, saya memutuskan nggak bawa payung.

10.35
Dengan mengucapkan alhamdulillah, akhirnya semua urusan selesai...
...sampai akhirnya saya keluar gedung dan menemukan bahwa HUJAN DERAS.

..tiga menit kemudian
Otak kecil saya menyuruh untuk nekat lari menembus hujan dengan perlindungan satu set plastik toga berukuran 60x60 cm saja.

...lima menit sesudah itu,
Sampai di mobil, KUYUP, menemukan deretan parkir mobil sudah dua lapis, dan mobil saya ada di deret terdalam. Masuk mobil, memutar otak lagi untuk menemukan cara keluar dari deretan parkir sialan itu tanpa terkena hujan lagi.

11.00
Menyadari bahwa PAYUNG merupakan penemuan terjenius yang pernah ada.
Buka payung, keluar mobil, menyadari si tukang parkir NGGAK ADA.

11.10
Patah arang, saya memutuskan melakukan inisiatif dengan MENDORONG SENDIRI deret luar parkir paralel terkutuk, sampai akhirnya si tukang parkir memunculkan batang hidungnya.

11.12
Mobil berhasil keluar dengan manis.
Saya berpikir keras, mencari solusi supaya masuk kantor dalam keadaan kering dan tetap tampan. Menyadari punya sepupu tinggal nggak jauh dari situ, saya menelponnya.
+ : 'sadjkhfaksjhdgahgs...jadi gue mampir sana ya, minjem baju apa aja kek yang kering.'
- : 'ya udah entar masuk aja ya.'
+ : 'ngomong-ngomong kok di rumah? nggak kuliah?'
- : 'nggak, lagi CACAR. tapi udah kering kok, jadi nggak apa-apa.'
+ : 'oh oke.'
Klik.
Mulai dilanda keraguan. Masalahnya saya belum pernah cacar, dan belum ada rencana untuk menderitanya dalam waktu dekat. Belum menemukan solusi pengganti, saya meng-SMS sepupu saya tadi : 'Gue nggak jadi kesana deh, ternyata udah telat banget ke kantor.' SENT!

11.20
Hiyaaaaaahhhh.
Mulai terpikir untuk menjalani solusi terajaib yang pernah terpikirkan : mengeringkan baju di mobil sembari nyetir. Mulai mencopot baju kuyup, tetep fokus nyetir PLUS meng-SMS kolega-kolega kantor, mencari informasi apakah nyetir bugil udah jadi peraturan lalu lintas di Jakarta. Mendapat jawaban yang positif, serangkaian aktivitas multitasking pun terjadi.

11.22
Tangan kanan masih sibuk membalas SMS-SMS yang kurang suportif dari kolega-kolega kantor, tangan kiri fokus di setir sambil sesekali menutupi aurat PLUS mendekatkan bagian-bagian baju tertentu lebih deket ke lubang AC.
Ehem. Jangan dibayangkan.

11.27
Sudah menjelang Semanggi; kurang dari 10 menit sampai kantor.
Nggak mungkin dong, ngambil tiket parkir dari Mbak-Mbak Secure Parking dalam keadaan setengah telanjang??? Akhirnya memutuskan untuk mulai pakai baju, yang kalo dipikir-pikir, rasanya berkurang basahnya pun enggak...

..semenit kemudian,
Bos nelpon. Panik, secara janji dateng kurang dari jam 11. Answer.
Saya : Ya Maaaaas? (berusaha terdengar memelas)
Bos : Co, si bapak ini jadinya bisa diambil gambarnya hari ini, nanti jadwalnya dikonfirmasi langsung ke beliau ya. Nah si bapak itu, udah ditelpon dan besok diusahakan bisa diambil gambar jam 6 pagi. Tolong dibilangin yang lain ya.
Saya : Siap Mas, tenkyu.
Klik. Phew. Cukup menyenangkan juga punya bos yang agak pelupa.
Sekedar catatan, semua percakapan barusan dilakukan dengan gerakan akrobatik : tangan kiri sibuk masuk ke lengan baju kiri, tangan kanan bolak balik antara persneling dan setir.

..tiga menit berikutnya,
Berusaha menyeimbangkan setir, sambil dua tangan kancingin baju.

11.35
Ngambil tiket parkir dari Mbak-Mbak Secure Parking dalam keadaan tampan dan tenang.


Akibatnya?
Yaah, agak senut-senut sedikit di kepala menjelang siang plus agak anget badannya pas sore hari. Tapi cukup setimpal dengan pelajaran yang saya dapet hari itu.
Yes, ladies, we're actually GOOD in multitasking just like you.
Kalo selama ini nggak keliatan, well.. kita sadar sekali multitasking itu tidak akan berakhir maksimal, jadi kita memilih untuk berkonsentrasi di satu aja. Hehehehe.

Posted at 09:51 pm by marco!
Comments (8)  

Monday, August 20, 2007
boleh bantu sedikit?

Ada pertikaian kecil di mobil pas saya pulang kantor hari ini.
Agak kurang penting sih.
Tapi berhubung cukup menjadi bahan cekcok cukup dahsyat tadi, jadi saya minta tolong temen-temen yang mungkin lebih ahli di bidang ini.

Numpang tanya.
Pengertian HAJAT itu apa ya? Apakah otomatis = kotoran?
Kalau jawabannya ENGGAK, lalu arti di kalimat : '..menyangkut HAJAT hidup orang banyak itu apa?'. Maaf lho sebelumnya kalau merepotkan. Thesaurus Bahasa Indonesia punya kantor belum boleh dibawa pulang soalnya. Nggak boleh sih, tepatnya.

Kalau jawabannya IYA, pengertian KOTORAN di sini apa ya?
Apakah hanya yang keluar dari...ummm..maaf nih.. pantat?
Soalnya kalo saya denger frase 'buang hajat' itu = buang air besar.
Nah, masalahnya, mbak-mbak yang nebeng saya pulang malem ini itu agak ngotot bahwa upil dan daki itu layak mendapatkan predikat HAJAT juga. Dengan kata lain, buang upil dan buang daki itu = buang hajat.
Saya agak kurang terima. Bukan karena merasa sederajat dengan t*i lalu harus membela haknya ya...


Nggak penting?
Lho, emang IYA, kan tadi udah dibilang.
Jadi maaf lho kalau mengusik Anda yang memaksakan diri untuk membaca.
Tapi..ada yang bisa bantu sedikit, mungkin??

Posted at 10:41 pm by marco!
Comments (14)  

Saturday, August 18, 2007
"saya mencintai pasangan saya .........."

Eh eh.
Sedikit berbagi sesuatu yang saya lihat di televisi hari ini.
Pertanyaan ini keluar dari Alexander Sriewijono, seorang psikolog yang klinik karirnya rajin saya dengerin saban Kamis pagi di radio ini.
Pertanyaan dia kali ini begini :
"Saat ini, Anda mencintai pasangan Anda pada level mana : WALAUPUN atau KARENA?"

Bingung? Sini, sini, biar Om sederhanakan sedikit.
Mana yang mencerminkan perasaan Anda ke pasangan saat ini :
"Saya mencintai pasangan saya KARENA .........."
atau
"Saya mencintai pasangan saya WALAUPUN .........."

Get it?
Nah sekarang jawab!
Pertanyaan ini nggak terlalu ngaruh buat saya untuk saat ini, secara belum ada pacar juga (tidak, ini BUKAN jualan).. Tapi buat yang udah dan nyaris menikah, pertanyaan ini bisa ditanyakan ke diri sendiri untuk mengukur seberapa jauh kita mencintai pasangan.

Anyway, si Mas itu bilang begini.
"Saya mencintai pasangan saya KARENA .........." itu biasanya diikuti dengan anak kalimat positif. Dalam arti, bahwa anak kalimat yang muncul itu sejalan dengan induk kalimatnya. Cukup bisa dimengerti lah posisinya sebagai alasan.
Saya mencintai pasangan saya KARENA dia cantik.
Saya mencintai pasangan saya KARENA dia tajir.
Saya mencintai pasangan saya KARENA dia mirip pacar saya yang lama.
Saya mencintai pasangan saya KARENA dia bisa mengerti saya.

Got the point? It makes sense. Completely.
Nah, pindah ke yang satu lagi.
"Saya mencintai pasangan saya WALAUPUN .........." itu biasanya diikuti anak kalimat yang cenderung negatif. Artinya, bertolakbelakang dengan main idea 'mencintai'.
Saya mencintai pasangan saya WALAUPUN dia nggak bisa dandan.
Saya mencintai pasangan saya WALAUPUN dia bau.
Saya mencintai pasangan saya WALAUPUN dia kere.
Saya mencintai pasangan saya WALAUPUN dia kalau tidur ngorok.

See? Segudang alasan yang memang nggak bisa dijelaskan dengan logika, tapi bisa dengan cinta (Haiyyyyyaaaaah). Sebenernya intinya gini sih. Mencintai seseorang dengan level KARENA, itu baru permulaan bos! Kalau udah bisa menemukan alasan nggak logis mencintai pasangan, itu berarti kita udah masuk level WALAUPUN.
It's not about how we love them, it's about how much we can actually tolerate them.


Halah.
Jarang bener romantisan kayak begini...

Posted at 08:24 pm by marco!
Comments (9)  

Friday, August 17, 2007
lima alasan untuk menikahi orang Menado

Huhuhu.
27 tahun hidup dengan aliran darah Menado, AKHIRNYA sekarang saya bisa merumuskan beberapa alesan kenapa Anda HARUS memilih orang Menado sebagai calon pendamping hidup Anda.

ALASAN PERTAMA : SANTUN
Bayangin ya, dalam setiap dateng ke pertemuan keluarga, orang harus menghabiskan waktu minimal 30 menit buat KELILING, menyalami tamu-tamu yang udah dateng. Ini sebuah KEHARUSAN.
Don't ask why. Saya juga menjalani rutinitas yang sama : menyodorkan pipi kanan dan kiri ke yang berjenis kelamin perempuan, dan mengembangkan senyum terbaik ke yang berjenis kelamin laki, meskipun pertanyaan seperti 'nama opa ini siapa ya?' atau 'ini oma yang mana lagi ya??' selalu menghantui.

ALASAN KEDUA : [TERLALU] RAMAH
Nah. Ini nih, alasan yang kadang menjadi MOMOK (tolong jangan diganti vokal lain) buat saya. Secara saya anomali; Menado yang dilahirkan judes. Akhirnya, untuk meladeni om-om dan tante-tante yang menganut falsafah kedua ini, saya harus berusaha ekssssstra keras untuk mengimbangi.

Di acara keluarga Selasa malem lalu, misalnya.
Tante : 'EEEEEEEEEEEE, Marco, langsung dari Bandung??'
Saya : 'Aaaaah, enggak kok Tante, udah di Jakarta aja.'

Bisa diterjemahkan sebagai : ??!!!? Oke Tante, terakhir saya jawab pertanyaan Tante ini, dengan jawaban yang sama, ummm... hari Minggu kemarin di gereja? Juga minggu lalunya. Dan minggu lalunya lagi.

DAN, di acara keluarga seperti ini lah saya harus mengantisipasi pembicaraan super panjang penuh keingintahuan, terutama bersama tante-tante atau oma-oma setengah tuli, yang berawal dari pertanyaan : 'kerja dimana sekarang?'
Tapi, untuk yang ini saya udah punya solusinya.
Tante : 'Kerja dimana sekarang?'
Saya : 'Aku di ASTRO, Tante, pay-TV. Tapi kalau Merdi di bank lho Tante, udah ketemu Merdi? MEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEERRRR!!!! Sini dipanggil Tante!'
So, there you go. Jangan dilihat dari sisi negatif lho.
Saya hanya MELATIH adik saya untuk berpikir kreatif dalam kondisi tertekan. Hehe.

ALASAN KETIGA : STAMINA PRIMA
Mau abis meeting seharian di kantor, mau besoknya ada gempa, tetep.
Tidak ada kata TIDAK untuk absen di acara keluarga. Well, kecuali ya itu. Mau nyoba menghabiskan sisa hidup sebagai batu karang. Jadi ya, memang kita DITUNTUT untuk memiliki stamina prima.

Nah, yang saya lebih nggak ngerti ya bos, ada apa sih sama orang Menado dan nyanyi?Keluarga besar saya sama aja. Dimana ada ORGAN, disitulah mereka akan ngumpul. Apesnya, bunda saya menjadi satu-satunya pemain organ yang dianggap layak meladeni hobi ini.
Jika menggabungkan keapesan ini dengan fenomena stamina prima tadi, adalah suatu pemandangan yang SANGAT BIASA, bila di sebuah selasa malam sekitar jam 11, keluarga besar ini masih mengerubungi bunda seperti layaknya ada orkes dangdut lewat. 

Hiyaaaaaaahhhh.
Dan kalo udah gini, saya dan adik saya yang besok paginya harus gawe, berlomba-lomba menjadi CULAS.
Merdi : 'Nyet, gue nganterin tante balik duluan ya, LO sama Mama.'
Saya : 'Eits, nggak bisa. Gue nggak bawa mobil. Jadi, KITA nunggu sampe selesei. LO ajakin balik sekarang dong!!!'
Merdi : 'Ya..bisa aja sih dibilangin, tapi kalau kita pulang sekarang, pestanya juga BUBAR.'
So, there we are.
Berhubung sampai berita ini diturunkan kami belum menemukan solusi terculas untuk mengakali keapesan ini, akhirnya saya dan adik saya selalu hanya bisa menunggu orkes dangdut dadakan ini selesei.


Nah, masih berkaitan dengan orkes dangdut ini, kalau cermat melihat foto kedua di atas, mungkin bisa menemukan alasan selanjutnya, mengapa Anda HARUS memilih orang Menado sebagai pasangan hidup Anda, yaituuu :

ALASAN KEEMPAT : NASIONALIS
Coba ya. Entah kenapa, seseorang (kecurigaan terbesar jatuh ke bunda) mau MENGKOMPILASI sederetan teks lagu-lagu daerah, dari Sabang sampai Merauke, untuk dijadikan lagu-lagu yang wajib dinyanyikan dengan iringan organ tunggal.
JADI, setiap pesta keluarga yang ada organ, hampir bisa dipastikan saya mendengar :
LISOI
MADEKDEK MAGAMBIRI
INJIT-INJIT SEMUT
SAPUTANGAN BAPUNCU AMPAT
SI PATOKAAN
ANGIN MAMIRI
BURUNG TANTINA
RASA SAYANGE
..dan tentunya, yang tidak boleh terlupakan, sekaligus melengkapi terciptanya atmosfir Balada Kera ini adalah.. APUSE.

Oh satu lagi, yang paling ditakuti oleh generasi saya adalah... uhm.. POCO-POCO.
Kenapa? Karena biasanya di saat-saat ini, saya dan sepupu-sepupu seumuran akan beringsut-ingsut kabur, menghindari tatapan oma-oma yang mendadak aktif merekrut tim dansanya.

ALASAN KELIMA : SENANTIASA MENGHORMATI TUAN RUMAH
Nah. Mungkin ini satu-satunya alasan yang bisa saya nikmati.
Namanya tuan rumah, pasti udah mengeluarkan kemampuan maksimal dalam menjamu tamu, terutama dalam soal MAKANAN. Dan tentunya, akan menjadi tidak sopan kalau makanan yang udah disediakan, tidak habis.
Akhirnya, dengan bahagia saya mengakhiri setiap pesta dengan membawa pulang plastik-plastik berisi makaroni, udang mentega segede-gede dosa, dan berbagai macam kue yang sangat berpotensi menimbulkan stroke.

Hmm.. meskipun ya, karena fenomena omnivora ini juga, muncul satu statement yang bilang bahwa orang Menado makan semua yang berkaki kecuali meja.


Oh well. Anyway! Seru lah pokoknya.
Kumpul-kumpul selanjutnya sih HARUSNYA Desember pas Natalan ya, kecuali ada peristiwa kecil lain yang entah kenapa dirasakan harus dirayakan secara besar.. hehe. Nanti saya update lah, kalau ada ritual-ritual baru yang cukup mengkhawatirkan. But meanwhile, sudahkah Anda merasa bahwa orang Menado memang TEPAT jadi pasangan hidup Anda?
HUAHAHAHAHAHAAA!!!

Posted at 10:08 am by marco!
Comments (18)  

Sunday, August 12, 2007
tips mencari pacar

Buat yang lagi merasa nyari pacar. Sedikit tips nih.

JANGAN PERNAH NYARI PACAR PAS LAGI CLUBBING.
Kalau Anda menggeneralisasi semua perempuan yang dateng ajojing di tengah kepulan asep rokok dan musik jedang jedung itu CANTIK, Anda salah besarrrrr bosss!
Kenapa?
1. Lupa ya, sumber cahayanya KURANG?!
Lha wong ngeliatnya cuman pake lampu 5 watt, KELAP-KELIP PULA. Kok bisa-bisanya nilai cantik? Perlu dicatet juga, perempuan-perempuan yang kesini itu biasanya NIAT. Dengan kata lain, nggak ada tuh istilah nggak pupur-an dulu sebelum ajojing.
So, if the idea of a one night stand with a new acquaintance after clubbing ever crossed your mind..think again. Yah, kalaupun sampai terjadi, jangan kaget kalau pas bangun yang Anda dapet adalah Dorce Gamalama, instead of Sophia Latjuba.

Lho, ini bener lhooo.
Apalagi ditambah kenyataan bahwa ajojing tak pernah lengkap tanpa :

2. Alkohol, yang apesnya, senantiasa MENG-UPGRADE semua hal yang kita lihat pas clubbing.
Lha wong benda mati kayak wastafel aja bisa diajak ngobrol, apalagi makhluk hidup yang jenis kelaminnya beda.

WAKAKAKAKKK!
Gini ya, bukan berarti terus semua perempuan yang dateng clubbing itu JELEK.
Nggak. Tetep ada kok perempuan yang emang cantik.
Tapi, namanya juga cantik, nggak mungkin juga dateng clubbing sendiri bos. Pasti udah ada herdernya. Nah, jadi silahkan simpulkan sendiri sisanya ya. Huehehehe... 

Posted at 12:33 am by marco!
Comments (8)  

Monday, August 06, 2007
kiat jitu berbelanja nyaman di CARREFOUR

Ada satu aktivitas hari Minggu yang dari dulu sampai sekarang saya hindarin.
Bukan. Bukan ke gereja. Alhamdulillah itu masih jadi yang nomer dua.
Kegiatan yang saya maksud di sini adalah mengantarkan Bunda belanja bulanan di CARREFOUR. Apalagi di awal bulan. Yaiks.

DAN, kesialan itu terjadi hari Minggu kemarin.
Apa daya, permintaan tak bisa ditolak, kecuali saya emang mau menghabiskan sisa hidup saya sebagai batu karang. Jadilah saya berangkat, berharap tempat yang dimaksud lagi stock opname. Sayangnya, Tuhan masih konsisten mengabaikan semua doa busuk umat-Nya. So there I was, menghabiskan lebih dari dua jam mendorong trolley.
Nah, berangkat dari pergaulan terlalu lama bersama trolley inilah, akhirnya saya berhasil merumuskan kiat dan strategi jitu berbelanja nyaman di CARREFOUR.

Kiat 1 : BEKALI DIRI DENGAN KEMAMPUAN AKROBATIK.
PENTING!
Keterampilan ini akan sangat terpakai begitu kita memasuki daerah buah-buahan.
Ya kecuali mau tiba-tiba nabrak karton-karton promosi apel yang digantung terlalu rendah, atau kalau lagi apes nabrak gantungan tandan-tandan pisang.

Kiat 2 : JANGAN PERNAH MERASA TIDAK ADA YANG MENGENAL ANDA.
Jangan pernah merasa tidak populer di tempat kayak begini.
Okeee, mungkin Anda memang tidak sekece Brad Pitt atau semontok Angelina Jolie, tapi bukan berarti nggak ada yang mengenal Anda di tempat PASARAN kayak begini.
Saya, kemarin secara mengejutkan dicoel oleh seorang NENEK, yang notabene adalah TETANGGA BELAKANG RUMAH, yang setelah saya pikir-pikir, cuman saya liat setaun 1 atau 2 kali. Itu pun kalau kebetulan ada tetangga yang meninggal.
THEN...WHY HERE?????


Kiat 3 : CUEK ITU PENTING!
Ini sangat penting ketika kita sedang antri di kasir dengan rentetan trolley lebih dari satu, sementara antrian di belakang kita panjangnya udah ngelebihin antrian Tornado Dufan. 
Belajar dari pengalaman yaa, anggap semua tatapan 'ih-amitamit-belanja-banyak-banget' yang ditujukan ke kita sebagai angin lalu. Kalo nggak tahan, dihalalkan untuk membalas dengan tatapan nanar. Persenjatai diri dengan sebotol shampoo, kalau-kalau yang ditatap mendadak mengambil seonggok terong atau timun dari keranjangnya.

Kiat 4 : JANGAN PERNAH MERASA LAGI ADA DI SUPERMARKET.
Think somewhere else.
Anggap kita lagi belajar ganti popok di tempat penitipan bayi, lomba menyanyi di sanggar cerita, atau bahkan nonton pesut di gelanggang samudera.
Soalnya itu yang saya rasakan sepuluh menit pertama saya menginjakkan kaki di sana.

"AYO MANDI MANDI... MANDI MANDI... LA LA LA LA LA LA LA LA".

Geser sedikit. "TUK TIK TAK TIK TUK TIK TAK, SUARA SEPATU KUDAAAAAA...".
Geser lagi. "YA IBU-IBU, SILAHKAN DIBELI SEKARANG. KAMI SEDANG ADA PROMOSI SEAFOOD DENGAN HARGA MURAH. JANGAN SAMPAI KETINGGALAN. ADA SALMON YANG KAYA KANDUNGAN OMEGA 3, KAMI DATANGKAN LANGSUNG DARI NORWEGIA!"

Kalaupun Anda beruntung tidak mengalami satu pun dari ketiga hal di atas, minimal Anda akan berasa di taman ria, dimana setiap menit harus ada panggilan buat orang (hilang).
"TUNG TUNG TUNG TUNG.. PANGGILAN KEPADA SPG SOFTEX, KEPADA SPG SOFTEX, DITUNGGU DI KASIR 45."

Kiat 5 :
[DALAM PROSES REVISI]

Kiat 6 : JANGAN MERASA KUTUKAN MENJADI BATU ADALAH AKHIR DARI SEGALANYA.
Ini kalo kebetulan Anda merasa kepepet untuk menolak ajakan Bunda berbelanja, tanpa menemukan alasan yang masuk akal.
HAKHAKHAKHAKHAK!!!
Tapi sumpah, beneran.
You can take me ANYWHERE on weekends, tapi tolong banget, tidak ke tempat ini...

Posted at 11:15 pm by marco!
Comments (10)  

Next Page