marco!March 13th Male Jakarta
Marco Anjasmoro
Started with one Western name,
ended with a Javanese one,
in a complete oriental package.
Don't ask.
Loves :
evening chat in a chill lounge,
a pack of cigarette over coffee,
lazy Sundays on comfy bed,
clubs on Fridays or Saturdays,
blogs,
reality TVs,
midnight snacks,
movies on Mondays,
torn up jeans+sneakers,
my iTunes playlist,
Katherine McPhee
|
 |
Tuesday, November 06, 2007
film-film berdampak mengerikan di Indonesia
Beberapa hari lalu saya terdampar di depan TV menonton lagi film ini, yang sebenernya udah berjuta-juta kali juga ditayangin di televisi. Saya jadi inget. Dulu film ini lacur berat ya. Kalo dipikir-pikir, sebenernya nggak banyak film-film yang suksesnya senajis itu di Indonesia. Yang saya maksud sukses najis di sini adalah, efeknya kemana-mana begitu mengerikan. Coba kita liat satu-satu ya.
SPEED Mulai dari film ini dulu. Menurut saya, ceritanya sih BIASA BANGET ya. Polisi nyelametin penumpang satu bus yang ada bom..endebra..endebre. Tapi kenapa ya, efek sesudahnya kelewat dahsyat?? Selain semua perempuan mendadak mendaftar di Keanu Reeves Fans Club, entah kenapa POTONGAN RAMBUTNYA PUN JADI TREND. Padahal yaaa, potongan rambut kayak gitu sebenernya udah lama lhoooo adanya. Cuman karena kebetulan aja nempel di orang ganteng, terus mendadak merasa bisa ikutan ganteng dengan potong rambut kayak gitu? Helo?

Lebih mengerikannya lagi, judul film ini pun jadi nama jenis potongan rambut di beberapa tukang pangkas. Saya inget banget dialog ini pernah terjadi di tukang cukur deket rumah : Tukang cukur : "Mau cukur model apa Mas?" Si Mas : "Anu, model Spit Mas." ... Kalo saya sih merasa cukup bangga untuk menyatakan nggak terpengaruh trend ini, mengingat jidat saya yang porsinya memenuhi 3/4 wajah. Jadi waktu itu saya tetap menganut aliran konservatif dengan mempertahankan potongan belah tengah. Ngomong-ngomong soal potongan rambut ya, film berikutnya yang menurut saya nggak kalah monumental adalaaaah :
GHOST Wahai para gadis 80-an, jangan berasa nggak pernah mengidap sindrom trend serupa. Masih inget film spektakuler ini?

Coba. Siapa yang berhasil melewati akhir tahun 80-an TANPA mengalami fenomena rambut kayak Demi Moore? NGACUUUNGGGG!!! (Nyaris) nggak ada kan? Lupa, hmmm? Itu lhooo, yang niatnya cepak bondol tapi poni depannya gondrong. AAARGGGGHHH!!! Emang agak males sih ngingetnya. Masih juga pura-pura lupa? Hwaaahahaha! Tenang. Situ nggak sendiri. Barusan saya survey kecil-kecilan di departemen kantor, dan ternyata mbak-mbak yang sangat cuek sekali pun mengaku PERNAH melalui masa-masa kelam ini. Yang lebih mengerikan, pengikut trend ini kemudian mendapat label khusus : KDM alias KORBAN DEMI MOORE. Yah bo. Untung aja Conny Dio muncul beberapa saat sesudah film ini tenar. Dia kan tipe rambutnya kan mirip-mirip juga tuh. Coba kalo dia yang muncul duluan. Hmmmmmphhhh.
TITANIC Emang sih, nggak ada potongan rambut bombastis lahir gara-gara film ini. Tapi gini deh. Menonton film ini maksimal dua kali rasanya CUKUP ya. Kalo ternyata nontonnya sampe tujuh kali dan selalu mewek setiap Mas Leo kelelep, rasanya kok agak keterlaluan ya?

Lebih mengerikan lagi, soundtrack film ini TERLALU POPULER. Kebayang ya, saking lacurnya, sampai lagu ini dibikin versi remix koplo buat mengiringi gerakan-gerakan kayang pas senam SKJ. Ahh, kasian sekali Tante Celine.
AADC Satu lagi yang nggak kalah fenomenal. Emang sih abis itu nggak ada potongan rambut ala Rangga atau Cinta. Soundtracknya pun nggak jadi disko koplo.

Tapi kenapa ya, waktu film ini rilis, mendadak banyak laki-laki jadi DOYAN BIKIN PUISI?!? Atau minimal berusaha belajar bikin puisi dengan hunting buku Sjumandjaja yang dibawa Rangga kemana-mana. Helo? Taufik Ismail masih hidup lho, and he still needs to earn his living.
METEOR GARDEN Ini sih sebenernya bukan film ya. Tapi saya rasa efeknya JAUH lebih mengerikan dibandingkan film-film yang saya sebut sebelumnya.

Aduh. Gimana mulainya ya? Buat saya film ini malapetaka berat untuk standar trend di Indonesia. Dan terjadinya justru sama kaum lelaki. Nggak perlu malu kok buat ngacung, wahai para pria yang sempet menyatroni salon terdekat buat BONDING RAMBUT. Atau menambah ekstention di bagian depan supaya poninya bisa dilempar. DAN, yang lebih fantastis, di masa-masa itu agenda cuci-mata-sore saya jadi ternoda karena terpaksa melihat pria-pria yang mantap berkaos KUTUNG dalam segala acara. Aduh. Mendadak pusing. Ya Allah, terima kasih sudah memberikan saya jidat yang lebar, sehingga saya nggak tergoda buat BONDING. Amin.
... Ada lagi nggak ya? Cuman segini nih film yang kepikiran sama saya. Tapi mudah-mudahan cukup saksess membawa temen-temen semua ke memori-memori kelabu masa silam. Selamat mengenang masa silam! Wakakakakkk!!
Posted at 11:27 pm by marco!
Permalink
Sunday, November 04, 2007
sepenggal tips menonton konser
Saya sebenernya termasuk orang yang pilih-pilih dalam hal nonton konser. Jadi, kalau kemaren saya memutuskan untuk ngorek-ngorek sisa THR buat beli tiket festival konser Mbak B yang lumayan absurd harganya, itu berarti ekspektasi saya cukup tinggi. Sampai akhirnya saya melihat denah tempat duduk berdasarkan kasta yang dirilis promotor di situs resminya :

Well. Kalau penasaran sama hasilnya, review generalnya udah saya post di sini; silahkan dilihat karena saya nggak akan ulang disini. Untuk disini, rasanya lebih passss kalau saya jembreng 10 tips menonton konser yang posisi festivalnya ditempatkan dengan 'cerdas' seperti ini.
10. Persiapkan kipas angin mini atau kipas manual bekas souvenir kawinan. Trust me, you'll be needing that; terutama kalau antriannya diposisikan di lantai delapan sebuah GEDUNG PARKIR yang sistem ventilasinya seadanya.
9. Turunkan sedikit gengsi dan harga diri, untuk menyapa SEMUA orang yang dikenal. I repeat, SEMUA. Termasuk orang-orang yang mungkin selama ini amat sangat dihindari. Penting banget bos, terutama kalo wajah-wajah yang kita kenal ini ada di lini depan antrian, atau malah di kasta berbeda, dengan harapan mereka punya tiket lebih untuk disumbangkan pada kaum dhuafa seperti kita. Atau, kalau lebih nekat lagi :
8. Berkenalanlah dengan panitia setempat, dan nikmatilah fleksibilitas ID CARD. Syukur-syukur dapet yang ALL ACCESS, yang memungkinkan kita untuk melakukan apa pun termasuk koprol & kayang di bibir panggung. Sedikit tips tambahan agar trik ini berhasil : pastikan saat itu Anda dalam kondisi (baca : penampilan) PANTAS untuk diterima sebagai kenalan dadakan.
7. Berdandanlah maksimal. Sadarilah kenyataan pahit yang mengatakan bahwa kita bukan artis. Jadi, perlu sedikit usaha ekstra untuk dilirik orang. Tapi nggak usah berpikir kelewat ekstrim. Satu-satunya cara adalah berdandan maksimal. Terbukti, seorang waria bergaun malam silver dengan wig afro sukses menarik perhatian tim SILET. Well, she (or he?) set the bar. Kalau mau bernasib serupa, jangan pernah lupa bawa perlengkapan lenongnya. Minimal pupur lah.
6. Sempatkan diri fitness untuk membentuk otot lengan. Kalo yang ini bukan untuk sombong kalau pake tanktop atau kutung-kutung sejenis; tapi khusus buat MEMANJAT pagar festival untuk dapet posisi yang lebih 'mendingan' dibandingkan kaum festival lainnya. Bisa juga dipakai untuk menyingkirkan saingan-saingan pemanjat pagar lain.
5. Belajar bahasa Inggris. Selain penting untuk tampak eksis di lagu-lagu si artis, skill ini diperlukan untuk memaki bule jangkung yang cukup nyaman berada di lini depan festival.
4. Lupakan tepa selira & tenggang rasa. Bukan saatnya mengamalkan pelajaran PMP di acara kayak gini. Sikut menyikut dan tatapan nanar justru lebih sah di saat-saat seperti ini. Jadi, bersiaplah untuk keji pada mereka yang berusaha untuk menggusur posisi terbaik kita.
3. Pastikan masih memiliki nomer telepon tukang urut andalan. PENTING! Hampir bisa dipastikan kita akan menderita kejang dan ngilu di sekitar leher dan betis. Ditambah bonus nyeri sekitar tumit bagi perempuan yang mengamalkan poin #7 dengan menggunakan hak lebih dari 7senti.
2. Upgrade tiket! Apalagi begitu tau kalau lokasi konser akan diadakan di sebuah tempat yang tidak sistem tribun tapi lebih menyerupai sebuah hanggar pesawat di wilayah Mangga Dua. Agak sedikit nyesek di hati sih, karena mungkin Anda harus rela mengisi waktu makan siang selama satu bulan sesudahnya dengan bekal dari rumah. Kalaupun kondisi finansial tetep nggak memungkinkan,
1. Berjanjilah pada diri sendiri untuk TIDAK MENGULANGI KESALAHAN SERUPA, dengan memilih konser yang diadakan promotor yang sama. Sutra lah. Ketauan banget pengen nyari untung gede dengan memilih hanggar pesawat sebagai sebuah venue konser. NGGAK MUNGKIN BANGET ini wish list dari si artis. Jadi, daripada leher kram, betis membesar, dan minus mata nambah, kalo punya duit mending cari aman dengan nonton di negara tetangga.
Hmm. Jadi kepikiran. Target konser berikutnya kan si mas ini ya. Promotornya siapa ya??? Ada yang punya bocoran mutakhir?
Posted at 11:21 pm by marco!
Permalink
Wednesday, October 31, 2007
buah semangka berdaun sirih
Satu tempat yang saya agak hindari adalah dokter atau rumah sakit. Bukan karena saya takut ya. I just don't like the idea that claimed this place as "the best place to cure illness"; while in reality, this place is very much full of bacterias. Jadi sebisa mungkin saya meminimalisasi interaksi dengan rumah sakit. Atau dokter. KECUALI emang sakitnya udah melewati ambang batas toleransi, yang biasanya ditandai dengan perasaan melihat cahaya surga dan timbul hasrat mengaku dosa. ... Oh well, got the point rite? Intinya adalah, kalau hari Kamis lalu saya memutuskan untuk pergi ke dokter gigi, artinya sakitnya ini udah lebih dari sakit hati (alagh..). JADI, saya pun berangkat meskipun hanya berbekal sedikit memori soal dokter gigi. Maklum, rasanya terakhir ke dokter gigi SD. Mungkin kedengerannya sedikit jorok ya. Tapi enggak kok, sumpah. Saya masih cukup intim dengan benda bernama sikat gigi.
ANYWAY. Ketimbang rumah sakit, saya memilih untuk ke dokter gigi deket rumah, yang juga adalah dokter gigi terakhir yang pernah menggerayangi rongga mulut saya. Kebayang kan, dia udah praktek dari jaman saya SD. LIMA BELASAN TAHUN AJA GITU. Dan masih praktek. Gokil.
Kekaguman saya nggak selesai di situ. Satu, pak dokter saya ini ternyata punya TIGA SUSTER. TIGA, saudara-saudara. Satu buat menahan mulut pasien. Satu lagi jadi perpanjangan tangan pak dokter dalam mengoperkan barang-barang keperluan gigi PLUS garuk-garuk kepala pak dokter kalau lagi gatel. Satu lagi ternyata adalah CADANGAN, saudara-saudara, kalau suster yang lain lagi ijin sholat. Sinting. Saya kira cuman pemain bola doang yang ada cadangan.
Dua, pak dokter ini menyediakan hiburan dalam ruang prakteknya. Lumayan? Belum tentu.. karena nampaknya hiburan ini diperuntukkan buat dia. Atau setidaknya orang-orang seumur dia. Jadi, bisa dibayangkan. Kunjungan saya kali itu disambut oleh SATU ALBUM KARAOKE BROERY PESULIMA. DAN, jumlah televisinya tidak satu, tapi DUA. DUA! Satu persis di DEPAN muka saya (yang artinya dalam jangkauan penglihatan pak dokter kalo dia lagi nengok kanan), dan yang satu lagi di BELAKANG saya (untuk tengokan kiri).
So, there I was; duduk pasrah MENGANGA di kursi yang mungkin juga adalah kursi yang saya dudukin 15 tahun lalu. Satu suster di kiri mempertahankan saya berada dalam pose terburuk dalam sejarah 27 tahun saya hidup.
Pak Dokter : Wah ini lobangnya gede banget ini, mesti DELAPAN KALI BOLAK BALIK. Saya : HWAA? DWELAPWAN-KWALI DWOK? ..tapi lihatlaaaaaaaah apa yaaang terjadiiiii, buah semangkaaaa beeeerdaun siriiiiiihhh... Pak Dokter : Soanya nggak bisa sekali tutup, mesti diobatin dulu. Ya udah, sekarang dibersihin dulu. Biar nggak sakit, DISUNTIK YA? ...aku beginiiiii, engkaaau begituuu... sama sajaaaaaaaaa...
Bos. Gini ya. Saya nggak takut sama jarum suntik sih. Tapi kok menurut saya, rasanya bagian tubuh yang layak ditancep jarum itu cuman tangan atau pantat ya? Nah. Ditanya seperti itu, dalam kondisi mulut lagi dalam kawalan ketat si suster, mungkin nggak saya menjawab ENGGAK?
Saya : SWAKIWT GWAK YAW DWOK? [harus diakui, pertanyaan goblok] Pak Dokter : Yaaa sedikit lah. Boong itu kalo ada yang bilang suntik nggak sakit.
OH. MAKASIH YA ATAS SEMANGATNYA! Tapi, belum sempet ngeluh, dua tembakan udah bersarang di gusi dan pipi bagian dalem. Nggak berapa lama, setelah mulai merasakan efek pipi ditonjok traktor, saya pun dipanggil lagi untuk pemerkosaan tahap kedua. DZIIIIIIIIIIINGGGGGGGG... Rasanya benda bernama bor itu mulai bunyi.
Pak Dokter : Kalau sakit, nanti tangannya ngacung ya? [...HELL?! NGACUNG MY A**!] DZIIIIIIIIIIIIINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG..... ...air matakuuuuu dan air matamuuuuu...apalaaah gunanyaaaaaaaaaaaaaa? Saya : A-A-A-AAAAW! [tentu tanpa maksud menambah echo Om Broery] Pak Dokter : Sabar ya, sebentar, sedikit lagi ini. ...aku begiiniiii, engkaaaau begituuuuuuuuuuuuuu DDDZZZZZZZZZZZZZZIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGGGGGGGGGGG... Saya : A-A-AAAA-AAAWWW!!! Pak Dokter : Sakit ya? Iya ini lagi diobatin. ...sama sajaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... DZZZZINGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG.... Pak Dokter : Nah, udah, kumur sana.
... Kurang lebih setengah jam lah Om Broery puas melantunkan satu album PENUH buat saya. Untungnya pak dokter nggak berinisiatif untuk ikut bernyanyi bersama ya. Saya belum bisa bayangin TUJUH kunjungan berikutnya akan ditemani oleh penyanyi mana lagi. Tapi yang jelas, menutup sesi reuni saya dengan Pak Dokter ini, tambah kekaguman terakhir yang memukau hati : sistem pembayaran seperti cicilan panci, atau dengan kata lain, kalau duitnya kurang bisa nyusul di pertemuan berikutnya. Hehehe.
Posted at 08:25 pm by marco!
Permalink
Saturday, October 27, 2007
kompetisi dansa bombastis abad ini
Hmm. Ada yang lihat kompetisi dansa bombastis Indonesia abad ini hari Minggu lalu? Aduh. Sebenernya kegatalan ingin berkomentar ini sudah diderita KRONIS sejak saya pergi tidur di malam yang sama. Tapi kerusuhan kerjaan di kantor PLUS sakit gigi akut yang saya derita seminggu ini keliatannya sukses bikin saya lupa sama kegatalan ini.
TAPI malam ini kegatalan itu muncul lagi.
Jadi gini. Ini perasaan saya aja, atau memang episode malam itu terasa begitu MENGERIKAN ya? Kejutan pertama terjadi waktu saya secara nggak sengaja pasang channel ini. DAN, yang terpaksa sekali saya liat detik itu adalah Lucky Wija dan pasangannya yang namanya entah siapa itu, melakukan 2 hal fatal ini : 1. Berdansa diiringi lagu KUCING GARONG. Okeee, mari coba kita samakan persepsi dulu sebentar di sini. Di pikiran saya, hanya SATU pelaku yang bisa saya bayangkan berjoget dengan iringan lagu ini, yaitu segerombolan mas-mas TNI di peringatan HUT organisasinya yang ke sekian ratus tahun. Mohon maaf lho, kalo di antara temen-temen ada yang TNI dan pernah melakukan dosa yang sama. Tenang, kalian masih [sedikit] lebih waras karena tidak melakukan hal fatal kedua, yaituuu : 2. Menggunakan KOSTUM KUCING. Yes, dear. Nggak, saya nggak salah lihat. Yang laki motifnya loreng-loreng oranye [yang juga menurut saya itu sebenernya adalah motif HARIMAU, by the way], yang perempuan totol-totol putih.
[menganga] Oh, sedikit tambahan untuk menutup kejutan pertama ini dengan manis. MUNGKIN dengan tujuan agar program ini bisa dinikmati kaum EKSPATRIAT, hostnya dengan sukses MENERJEMAHKAN judul lagu pengiring ini ke bahasa internasional : CRIMINAL CAT.
............. I rest my case. Daftar dosa saya masih panjang nih soalnya.
Kejutan kedua, datang dari komentator yang sudah menjadi idola kita semua, Mbak Venna Melinda. Oh tidak, kejutannya bukan di kostumnya malam itu. Si mbak justru tampil memikat dengan setelan penutup kepala dan gaun tertutupnya. Yang sedikit tak terlupakan adalah KOMENTARNYA terhadap satu pasang peserta : "Kok saya lihat malam ini pakaian kalian nggak matching ya?"
............. Eh haaai. Kalau komentar ini keluar dari seorang Nicole Kidman yang selalu ditunggu setiap Red Carpet, saya nggak akan heran. Tapi...ummmm, kalo ini keluar dari seseorang yang kehadirannya justru lebih sering di blog ini, dibanding di sinetron masa kini, rasanya penting untuk meminta klarifikasi : ..anu, kira-kira yang matching menurut mbak seperti apa ya? oh, mungkin seperti INI ya??'

[diambil dengan mengacungkan dua jempol dari blog ini]
DAAAAN, kejutan ketiga yang melengkapi semua malapetaka ini adalah komentator terakhir yang duduk manis di ujung kanan. The one and only, ANNISA BAHAR, yang tentu saja agak sulit untuk mendapatkan citra 'beradab' dalam setiap penampilannya. Terbukti, dalam acara malam itu beliau merasa penting untuk berpartisipasi (karena sudah dibayar tentunya) dengan melakukan manuver-manuver berikut : 1. berteriak 'LO OKE BAANGEEEEEETTT' ke Mario Lawalata dengan kekuatan suara yang hanya bisa disaingi oleh teriakan copet pasar induk oleh sang copet sendiri. 2. bercanda genit sama Om Pong : 'om, nomer telponnya berapa' di depan Ibu Pong.
... SUDAH YA. Tiga itu saja cukup. Bobo dulu ya. Mendadak pening...
Posted at 03:39 am by marco!
Permalink
Wednesday, October 17, 2007
Puuunteeeennn.. Mohon maap, jiwanya agak sedikit dangdut malam ini. Jadi, perkenankanlah saya melantunkan secuplik lagu, untuk memberikan sedikit sensasi perih-perih nikmat di hati yang sedang sendu [halah]...
Oh Well - Boyz II Men
Since you've been gone I've been lonely Longing to be with you only Maybe there's still is a way I can find you and say Just how I feel.
I can't believe that's it's over Wish somehow I could have showed her All that was inside of my heart 'stead of playing the games You might have stayed
Funny just the other night I was thinking I wonder if you ever think about me I call you on the phone, there's no answer Oh Well, there's still tomorrow Oh Well, I'll try again Oh Well, maybe just maybe
Since you've been gone I've been lonely Longing to be with you only If there's a way I could beg you to stay would you please Stay with me.
I was thinking maybe I could come over Hoping we could finally work this out Even if tonight we don't find an answer Oh Well, there's still tomorrow Oh Well, I'll try again Oh Well, maybe just maybe
If I had another chance We would stand hand in hand You'll be my girl and I'll be your man Oh Well, maybe just maybe we can.
I still call you on the phone still no answer Maybe later on I'll try one more time Or am I just a fool to keep trying Oh Well, there's still tomorrow Oh Well, a fool's what I am Oh Well, maybe just maybe
Oh Well, there's still tomorrow Oh Well, I'll try again Oh Well, maybe just maybe See if I got down on my knees and gave you every little part of me.
Oh Well, there's still tomorrow Oh Well, I'll try again Oh Well, maybe just maybe
Since you've been gone I've been lonely
...
Posted at 10:34 pm by marco!
Permalink
Monday, October 15, 2007
Suatu pagi buta, di jam-jam banci-banci taman lawang pulang dinas...
[Kucing 1, diperkirakan jantan] : Cewe, lagi apa? [Kucing 2, kebetulan betina] : Jauh-jauh deh, lagi males ah. [Kucing 1] : Kenapa sih? Jangan jual mahal gitu dong sayang. [Kucing 2] : BASI AH! JAUH JAUH DEH!!! [dengan nada lima desibel di atas normal] [Kucing 1] : Lho, EMANG AKU SALAH APA?!? [diduga mulai emosi; desibelnya juga naik] [Kucing 2] : PERGIIIIIIIIII DEEEEEEEEEEEEEEHHH [naik 10 desibel]
Di tempat yang tidak terlalu jauh : [Kucing 3] : Sob, mereka lagi ngapain sih? [Kucing 4] : Ngapain lo urusin? Mending lo minggir deh, ini tempat tidur gue. [Kucing 3] : SEJAK KAPAN INI JADI TEMPAT TIDUR LO?? [murka, intonasi tinggi] [Kucing 4] : DARI KEMARIN! MAKANYA LIAT-LIAT DONG! [nggak kalah nyolot] [Kucing 3] : LO PIKIR LO SIAPA?!? GRRRRR... [Kucing 4] : GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR....
Di tempat yang tidak terlalu jauh juga, saya dengan setengah mengutuk, keluar rumah, menggeret gagang sapu, memukulkan ke kap besi penutup pompa air. Dan, HENING. Kalo udah gini biasanya ngerespon adalah si Bunda yang ikut kebangun gara-gara serangan fajar saya ini. Dan seperti layaknya ibu-ibu lainnya, selalu mengambil sisi positif dari kejadian ini, dengan mencoba mencerna konteks pembicaraan kucing-kucing biadab ini : 'Udah biarin aja, mereka itu lagi pacaran.'
...... Hell yeah. Beneran deh, belakangan saya lagi menimbang-nimbang apakah membunuh kucing itu dosa atau nggak. Sumpah mampus, aktivitas sosial mereka belakangan ini GANGGU BERAT, di JAM YANG SALAH. Apesnya, ini semua terjadi di jalan PERSIS depan jendela kamar saya. AAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH!!!
Saya nggak peduli deh, kalo abis itu saya masuk sinetron Hidayah dengan judul AZAB PENYIKSA BINATANG KESAYANGAN NABI MUHAMMAD. Jadi, TOLONG, teman-teman beragama Muslim, Hindu, Buddha, saya mohon konfirmasinya apakah membunuh kucing itu dilarang dalam Quran, Weda, sama Tripitaka. Terakhir gereja sih, setau saya yang dilarang di Sepuluh Perintah Allah itu adalah mengambil nyawa sesama manusia ya. Kurang paham deh, kalau belakangan ada update yang kelewatan sama saya.
[emosi]
Posted at 01:27 pm by marco!
Permalink
Sunday, October 14, 2007
pose-pose yang harus dihindari saat berfoto
Umm... gimana mulainya ya? Oke. Mmm.. saya mungkin nggak fotogenik. Tapi rasanya saya cukup TAU pose-pose seperti apa yang harus dihindari kalau lagi diincer kamera.
1. Tidak tersenyum simpul sambil menaruh satu telunjuk di wilayah sekitar pipi. Bos. Sumpah ya. Saya nggak ngerti apa sebenernya maksud orang-orang yang berpose seperti ini. Satu, you're not Maissy. Dua, apa sih yang ditunjuk? Rano Karno yang punya tai lalat segede alaihim di daerah situ juga rasanya nggak pernah pose kayak gitu.
2. Hindari pose sambil MEMEGANG tanaman. Kenapaaaa, oh kenapaaaa foto harus sambil pegang sehelai daun pohon mangga?!? KECUALI, Anda adalah anggota kelompencapir yang ingin memperagakan cara mencangkok batang pohon mangga dengan baik dan benar ya.
3. Kalau foto studio, hindari latar belakang pemandangan. Oke, gunung dan air terjun memang indah. Kalau dibiarkan di tempatnya masing-masing ya. Tapi kalau untuk dijadiin backdrop sebuah foto studio rasanya KURANG ya.
Well. Semua ini sebenernya adalah kebingungan saya melihat asisten-asisten rumah tangga kita yang nampaknya sangat YAKIN dengan keindahan pose-pose itu. Dan gokilnya, tampaknya ini terstandarisasi dengan konsisten di antara kawula-kawula pembantu yang ada di berbagai penjuru Indonesia. Bo. Kenapa ya? Ada yang bisa menjelaskan? Saya prihatin lho. Seolah-olah pose-pose ini jadi jaminan mutu mereka terlihat memikat. Kalo nggak percaya, coba ajak pembantu di rumah Anda foto. Ada gitu yang langsung senyum tiga jari ala coverboy Aneka??
... Umm.. jangan deh. Agak serem juga bayanginnya.
Gini deh. Besok-besok, mbok ya nonton America's Next Top Model atau Janice Dickinson Modelling Agency jangan sendirian. Ajaklah asisten-asisten rumah tangga Anda sekalian, supaya mereka bisa dapet INSPIRASI pose-pose seperti apa yang kece. Ingin pembantunya tampil EDGY kan? BWAHAHAHAHAHAA!
Posted at 08:20 pm by marco!
Permalink
Monday, October 08, 2007
masalah menyukai dan tidak menyukai sesuatu
Hola.
Perasaan udah lama banget ya nggak nulis. Ternyata beginilah rasanya jadi ibu tiri yang mudah terombang-ambing rumput tetangga yang lebih hijau dari rumput sendiri. Hehehe.
Anyway. Saya akhirnya kembali tergoda untuk menulis gara-gara terlintas suatu pikiran nggak penting waktu lagi menatap akuarium saat menunggu antrian servis HP. Bagaimana caranya orang bisa memutuskan untuk nggak suka sama sesuatu? Kalo saya pikir secara logika ya, harusnya sih, nggak suka itu adalah respon dari suatu tindakan mencoba. Dengan kata lain, orang bisa bilang nggak suka, karena dia pernah nyoba, dan di situ dia tidak menemukan kenikmatan. Sampai akhirnya bilang nggak suka. Nalarnya sih gitu ya.
... Soalnya saya agak bingung aja. Saya memang nggak pernah pacaran sama laki-laki. Tapi kalo ditanya orang kenapa, saya jawabnya bukan karena saya nggak suka laki-laki. Ya memang tidak terpikir untuk nyoba. Period. Tolong pernyataan barusan jangan dibelok-belokin. YA MIUND, YA?!? Lanjut. Ada beberapa orang yang dengan sangat mantap menjelaskan orientasinya dengan : nggak suka laki-laki. Kalau menggunakan logika yang saya bangun saat menatap akuarium tadi, artinya adalah ..........
Silahkan diisi sendiri. Umm..apa nalarnya yang salah ya?
Posted at 11:08 pm by marco!
Permalink
Tuesday, September 18, 2007
Maaf, maaf... Agak sedikit merasa bersalah mengabaikan blogdrive ini selama beberapa lama. Tapi beneran, ada beberapa kesibukan tambahan yang umm...agak harus didahulukan. Hihihi...
Yang pertama, mungkin disimpen dulu kali yaa.. Mudah-mudahan dalam waktu deket bisa segera dinikmati sambil menyetir mobil, hehe...
Yang kedua, lagi mengeruk popularitas nih di sini. Huhuhu...mainan baru nih. Seru, seru. Sukses membuat saya dan penghuni-penghuni lain asik-asik : - menepuk pantat, menjilat dan menampar dengan sukacita; - gigit-gigitan untuk meraih popularitas tertinggi di dunia zombie; - kirim-kiriman telur yang berisi SAMPAH di dalamnya; - mengecap tato gambar-gambar bermutu di jidat orang-orang; Hihihi... kalo udah masuk dan apply, kabar-kabari yaaa!
Posted at 01:03 am by marco!
Permalink
Tuesday, September 11, 2007
Seorang Pisces itu perlu dibantu kalau pikirannya lagi berkelana terlalu jauh mengingat-ingat masa lalu. Jadi tolong tampar saya karena sedang menyukai lagu picisan ini...
Mungkinkah kau masih menginginkan rindu ini Setelah kau pergi menjauh dari jangkauan hati Mungkinkah kau mau menyisakan rasa rindu Setelah kau tutup pintu hatimu tanpa waktu Padahal saat itu,
Sempat kau berharap kau tak harus pergi Sempat kau katakan kau rindu padaku, Sempat saling berdekapan dan menghangatkan, menyaksikan malam penuh bintang Sempat ku nikmati kecupan senyumu Sempat ku resapi redupnya matamu Sempat saling mendengarkan ombak bersuara dan kita berkhayal keliling dunia, dan sempat kumelayani hatimu...
Posted at 01:23 am by marco!
Permalink
|