Entry: do people change, or they just adapt? Thursday, November 22, 2007




Ada hal buruk yang menghantui hidup saya dari kemaren.
Bentuknya tidak dalam wujud suster yang gelorotan di lantai atau neneng-neneng berpunggung bolong, tapi justru seorang gadis biasa yang notabene adalah mantan rekan kerja di kantor lama. Masalahnya cuman satu. Nggak ada yang bisa kerja sama dia, dan Desember nanti dia resmi terdaftar di kantor saya.

Poin gawat bertambah melihat adanya kemungkinan saya harus bekerja sama dia.
Sial.

Sekarang saya lagi menghitung hari menyongsong Desember.
Untuk mengisi hari-hari bahagia terakhir ini, saya pun mengambil inisiatif untuk mengucapkan selamat ke temen-temen saya yang mau-tidak-mau harus bekerja sama di tim yang sama dengan dia. Efek yang ditimbulkan cukup dahsyat sih, secara saya tidak bisa tidak menceritakannya dengan sedikit bumbu penyedap.
Tapi bukan berarti saya melakukan pencemaran nama baik ya. Catat.
Lha wong namanya pada dasarnya sudah tidak baik kok. Saya kan hanya menyempurnakan. Hakhakhak.

Anyway. Kondisi geger [bukan nama band] kantor ini sempet bikin saya jadi terlihat sebagai orang paling jahat sedunia; terutama bagi mereka yang memang belum merasakan asoynya bekerja sama dengan gadis ini. Salah satu kalimat unggulan yang sering dilempar ke saya adalah : 'Udahlah Co, people change.'

Which leads me to one of the serious question I've ever asked in the history of blog-writing : MASA SIH?
Sampai saat ini sih saya masih berpegang pada prinsip : people don't change, they just adapt. Jadi mau kayak gimana pun, orang tidak akan berubah. Kalaupun terlihat seperti berubah, itu karena mereka beradaptasi dengan lingkungannya. Di luar itu, ya tetep begitu adanya. Termasuk si gadis yang lagi saya bicarain ini dengan work ethic-nya.

Nah nah.
Coba deh bantu temennya sedikit disini.
Mungkin ada argumen lain soal filosofi 'people do change' VS 'people just adapt' ini.
Nggak perlu ngeri berargumen sama saya kok. Saya nggak akan otomatis memvonis kalian air head seperti layaknya gadis ini. Hehehehehehehe.


Saudari Miund barangkali, yang juga pernah menikmati bekerja bersama gadis ini?
Saya tau kamu gatal di ujung sana. Hakhakhak.

   8 comments

miund
December 9, 2007   01:16 PM PST
 
wah betul co, saking sayangnya, gue juga AMAT CARE DEEPLY PADA CALON REKAN KERJA LO ITU! AHAHAKHAKHAK!

eh selamet ya katanya besok doi masup? yumarii... tantangin main capsa deh mungkin bisa mengencerkan otak mahluk itu walau agak kecil kemungkinannya... HAHAUHAUAHUHAU!
tyka
December 5, 2007   11:07 AM PST
 
to herru: NAPSU yang begimaneh ini ceritanye bang?? jangan2 situ aja yang ngelamunista mulu ttg dia...hehehe...
marco
November 26, 2007   06:10 PM PST
 
herr, coba kasih inisialnya deh.
jangan2 kita mengacu ke orang yang sama, secara [kalo gak salah] mbak-mbak yang gue maksud ini diimpor langsung dari surabaya. :)

tyk, jadi maksudnya gue mengubah cara berpikir gue tentang dia? wah...agak susah itu... citranya kadung buruk euy hehehe..

und, gue tau lo sayang banget sama mbak-mbak itu. BWAHAHAHAHAAHAHAA!
ndutyke
November 26, 2007   04:49 PM PST
 
cant wait to hear the welcoming-party deh... haihaihaiahi...

ummmm....
people can only do adaptation deh, kalo kudu 'change'... hmm.. susye ye kayaknya?

ada orang bijak yg bilang begini nih co:
if you dont like something, change it. if you cant change it, then change the way you think about it.
miund
November 25, 2007   12:35 PM PST
 
people change, gue setuju co.

but in this case, change towards degradation is more like it.

plis deh, situ jangan mancing-mancing. ntar sini bongkar namanya loh.

HAHAKAHKAHKAHAKHAKHAK!

anjing banget ya tu anak. eh gosip, induknya juga ciao tralala tuh katanya. lengkapnya gue blom tau sih. tapi biasanya kan gitu. cabut kepalanya, buntutnya latah. parah. kaya orde baru aja.
herru
November 24, 2007   12:13 AM PST
 
karena gue pengalaman punya teman kerja yang ujubilah najis, orang yang dasarnya pikasebeleun, gak bisa berubah gak bisa adapt, emang terlahir untuk bikin napsu orang lain :P
marco
November 23, 2007   06:37 PM PST
 
Yesss! 2 orang setuju teori people adapt. Ada lagi yang mau komen?

Cung, agak jorse ya penganalogian lo..seputar BOROK dan UPIL aja gitu. mbok ya kebiasaan sehari-harinya dikekang sedikit toh di dunia maya ini. kekekekek.
YouKnowWho
November 23, 2007   02:57 PM PST
 
Hore.. PERTAMAX *plak!*

Co..co.. People never change, they adapt just like u said. Menurut gw gak ada yg bisa 100 persen berubah, mereka hanya beradaptasi, menyesuaikan ke hal yg lebih baik tentunya.

Kalo blh diumpamakan, borok aja meninggalkan bekas di kulit, maka manusia jg demikian. Mereka pasti akan tetap membawa bad habit lamanya. Uhmm.. ngupil contohnya. Hiahaihai

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments